Lombok Timur suararinjani.com – Kebakaran hebat yang melanda Pasar Pringgabaya di Kabupaten Lombok Timur menyebabkan ratusan pedagang terdampak dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut lumpuh total. Peristiwa ini menimbulkan kerugian besar bagi pelaku usaha yang menggantungkan hidup di pasar tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, H. Hadi Faturrahman, yang turun langsung ke lokasi, menyampaikan bahwa kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di area pedagang sembako dan konveksi. Api kemudian dengan cepat merambat ke lapak lain, termasuk area penjualan daging dan berbagai komoditas lainnya.
“Dugaan awal kebakaran berasal dari korsleting listrik di area sembako dan konveksi, lalu api cepat menjalar ke lapak-lapak lain di sekitar lokasi,” ujarnya Selasa, (28/04/2026).
Ia menambahkan, data sementara Dinas Perdagangan mencatat sekitar 164 pedagang terdampak dalam peristiwa tersebut. Sebagian besar lapak mengalami kerusakan berat dan hangus terbakar, sehingga banyak pedagang tidak dapat menyelamatkan barang dagangannya.
Sejumlah pedagang terlihat masih berupaya mencari sisa barang yang mungkin bisa diselamatkan di antara puing-puing kebakaran. Kondisi ini membuat aktivitas perdagangan di pasar tersebut terhenti total.
Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, meskipun angka pastinya masih dalam proses pendataan. Penaksiran resmi kerugian nantinya akan melibatkan pihak kepolisian, sementara Dinas Perdagangan fokus pada pendataan jumlah pedagang dan dampak ekonomi.
“Kami masih melakukan pendataan menyeluruh, baik jumlah pedagang terdampak maupun estimasi kerugian yang ditimbulkan,” jelasnya.
Akibat kejadian ini, roda perekonomian masyarakat sekitar ikut terganggu. Pemerintah daerah saat ini telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pembersihan area pasar, termasuk rencana pengerahan alat berat agar proses pemulihan dapat segera dilakukan.
“Untuk tahap awal, kami akan fokus pada pembersihan lokasi agar pedagang bisa kembali beraktivitas, meski masih dalam kondisi darurat,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah sementara untuk relokasi pedagang agar tetap dapat berjualan sambil menunggu penataan ulang pasar. Komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan guna mencari kemungkinan bantuan bagi para pedagang terdampak. (yt)