Lombok Utara, SR – Sesuai dengan Keputusan Gubernur NTB, BNPB tidak lagi memperpanjang masa transisi penyelesaian pembangunan RTG. Hal ini disampaikan pada kegiatan rapat yang berlangsung beberapa hari lalu, yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si
Kepala BNPB Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. M. Zaldy Rahadian, mengatakan, kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah akibat bencana gempa bumi tahun 2018 lalu, dimulai dari Agustus 2018 dan berakhir Maret 2022.
”Alhamdulillah saat ini progres fisik dan keuangan sudah 100 persen,” tuturnya saat dii temui di ruang kerjanya Selasa (19/04) lalu.
RTG yang telah dibangun sebanyak 229.994 unit, berdasarkan review dari Inspektorat Utama BNPB. Terakhir di Di KLU sebelumnya menyisakan 12.616 RTG. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.081 RTG atau sekitar 96 persen sudah tuntas dibangun. Jumlah ini berdasarkan data pendebetan dana ke kelompok masyarakat (pokmas).
Kalak BPBD Kabupaten Lombok Utara mengatakan, kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah akibat bencana gempa bumi tahun 2018 lalu, dimulai dari Agustus 2018 dan berakhir Maret 2022.
”Alhamdulillah saat ini progres fisik dan keuangan sudah 100 persen,” ungkapnya.
Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengapresiasi seluruh pihak, yang telah bersama-sama menuntaskan pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di tujuh kabupaten/kota terdampak gempa.
”Pekerjaan yang berat, namun bisa tuntas 100 persen,” kata Zaldi, meniru penyampaian Gubernur saat pertemuan di Provinsi NTB beberapa hari lalu. (Yan)