GPMB Sukses Gelar Bedah Buku ‘Catatan Orang Dalam’, Karya Nur Elya Anggraini

GPMB Sukses Gelar Bedah Buku ‘Catatan Orang Dalam’, Karya Nur Elya Anggraini

Mataram SR -Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Bedah Buku (GPMB) NTB bekerjasama dengan Perpusatakaan Daerah Kota Mataram dan Infinity Book (IB) gelar bedah buku karya Nur Elya Anggraini S.Sos, M.Si ., anggota BAWASLU Jawa Timur, dengan judul buku “Catatan Orang Dalam, Sehimpun Esai Pemilu dan Pilkada.” di di Aula Pertemuan kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB tepatnya berada di jalan Majapahit No. 9 Mataram, pada Selasa, (24/05).
Dalam acara bedah buku tersebut dihadiri banyak peserta yang memiliki latar belakang berbeda, namun didominasi oleh mahasiswa, hal ini membuktikan bahwa generasi muda Indonesia sudah melek literasi, hal ini diungkapkan oleh .
“Seperti yang kita ketahui bahwa literasi di Indonesia masih dalam kondisi yang sangat memprihatinkan,” kata Ketua GPMB Lalu Usman Ali, dalam sambutannya.

Lanjut Lalu Usman, berdasarkan survei yang dilakukan Program for Internasional Student Assesment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD) pada 2019, Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara, atau merupakan 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah, terlebih ketika kondisi pasca pendemi.

“Memang kondisi ini cukup memperihatinkan. Namun, sedikit demi sedikit terus kita tingkatkan,” ungkapnya.
Acara Bedah Buku tersebut juga dihadiri sejumlah akademisi dan praktisi, seperti Dr. Ihsan Hamid, MA. Pol yang merupakan pengamat politik UIN Mataram, sebagai pembedah pertama. Kemudian pembedah kedua Dr. Retno Sirnopati, M.Hum., Ketua BAWASLU Lotim. Adapun pembedah ketiga diisi Agus Hilman, S, Sos., M. Si yang merupakan anggota KPU Provinsi NTB.
Dalam buku karya Nur Elya Anggraini tersebut menawarkan tentang gagasan alternatif dan benar agar kita tidak jatuh dalam lubang yang sama dalam pemilu tahun 2024 nanti.
Semisal soal daftar pilih, potensi kekerasan terhadap pengawas perempuan, dan terutama tidak ada lagi kabar duka karena meninggalnya penyelenggara Ad Hoc saat bekerja.
Dimana pada Pemilu 2019 , masalah tersebut apalagi bagian banyak nya pengawas pemilu yang meninggal karena kelelahan saat bertugas menjadi viral diberitakan.
Hal yang membuat buku ini menarik karena Pemilu dan Pilkada tahun 2024 nanti payung hukumnya harus sama dengan Pemilu tahun 2019 dan dan Pilkada 2020. (sr)

Bagikan Berita

Share this post