Minat Baca Masyarakat Lombok Timur Mengalami Kenaikan

Minat Baca Masyarakat Lombok Timur Mengalami Kenaikan

Lombok Timur, SR – Dari data kunjungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mencatat jumlah kunjungan mengalami kenaikan. Dimana, kunjungan pembaca sendiri terbagi menjadi 3 bagian. Ada yang anggota tetap,  ada yang non anggota dan ada yang kunjungan rombongan seperti anak  -anak sekolah dan Mahasiswa yang melakukan diskusi atau kerja kelompok. Sementara untuk minat baca masyarakat dalam 2 tahun terakhir  terlihat meningkat atau trendnya naik di tahun 2021 dibanding tahun sebelumnya atau di tahun 2020.

Hal itu di sampaikan Sekretaris Dinas (Sekdis) Perpustakaan dan Kearsipan Marepudin, didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Pengolahan dan Konservasi Bahan Pustaka (P2KBP) menjawab media ini Jum’at, (10/6/22).

Dari data yang di terima, tingkat kunjungan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tercatat  yang sudah terdaftar anggota atau pengunjung tetap di tahun 2020 sebanyak 4.253 anggota. Sementara di tahun 2021 mengalami kenaikan yaitu sebanyak 9.493 anggota. Artinya jika di persentase terjadi peningkatan sebesar 44,8 %.

“Tahun 2021 lalu terjadi kenaikan jumlah kunjungan sekitar 44,8 % di banding tahun 2020”, rincinya.

Kemudian yang rombongan di tahun 2020 lalu jumlah kunjungan adalah 22. 230 orang, sementara di tahun 2021 kemarin jumlah kunjungan 26. 268 orang. Artinya terjadi kenaikan sekitar 11,8%.

Ditambahkannya, jika berbicara soal  ideal tidaknya stok buku saat ini, diakuinya belum ideal. Mengingat jika berdasarkan standar Nasional Perpustakaan tentang Perpustakaan Kabupaten/Kota yang dikeluarkan Kementerian Perpustakaan Nasional Tahun 2013 terdapat aturan main yang seharusnya diterapkan di setiap Perpustakaan dan Kearsipan. Yakni 0,025 dikalikan dengan jumlah perkapita penduduk.

“Kalau kita asumsikan penduduk kita 1,3 juta jiwa maka seharusnya kita punya sebanyak 32. 500 judul buku”, rincinya.

Namun, diakuinya  kenyataan yang ada saat ini Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan baru mempunyai 19. 851 judul buku. Artinya jika di hitung persentase ketersedian judul buku, baru mencapai sekitar 61%.

Dikatakannya, guna memenuhi kekurangan stok buku tersebut  pihaknya akan mengajukan atau mengusulkan penambahan anggaran di  tahun 2023 mendatang.

“Di tahun 2023 kita akan coba usulkan anggarannya karena ini ada kaitannya dengan minat membaca”, imbuhnya.

Menurutnya guna meningkatkan budaya membaca dengan menambah literasi di setiap desa sebagai akses membaca masyarakat, maka stok judul buku yang baru  juga harus di tambah.

“Ini PR kita di dinas, nanti kita coba usulkan ke Pemda, semoga tahun depan kita bisa tambah anggarannya”, harapnya.

Kedepan, Dinas Pepustakaan dan Kearsipan juga akan melakukan koordinasi bersama desa – desa yang belum memiliki ruang perpustakaan untuk masyarakat. Mengingat dari catatan terakhir, 15 Kelurahan dan 239 desa yang ada di Kab. Lombok Timur, baru sekitar 193 desa yang memiliki ruang baca atau Perpustakaan desa dan sementara sisanya masih belum memiliki perpustakaan. 

“Belum semua desa memiliki perpustakaan, baru 193 desa yang ada perpustakaannya”, tuturnya.

Lebih jauh di sampaikannya, kendala belum adanya perpustakaan di desa kadang karena kebijakan yang diberlakukan oleh masing – masing pemerintah desa yang berbeda. Kalau pemerintah desanya mendukung program pengadaan perpustakaan dengan memberikan fasilitaq berupa ruang atau gedung khusus untuk perpustakaan maka dipastikan minat baca didesa tersebut bisa meningkat.

“Biasanya kan kalau ada yang di urus di kantor desa sambil menunggu mereka akan sempatkan diri membaca, memang agak sulit, tapi kalau fasilitasnya lengkap, buku-bukunya banyak masyarakat kita akan jadi terbiasa, terutama adik – adik kita yang masih sekolah,” katanya optimis.

Dia berharap guna meningkatkan indek pembangunan manusia (IPM) di Lombok Timur, setiap desa harus memiliki ruang atau perpustakaan yang memiliki banyak judul buku, baik tentang UKM, cerita atau sejarah, agama, wawasan  maupun buku – buku non formal bagi anak – anak seusianya seperti komic – komic  yang mendidik. Menurutnya, dengan masyarakat gemar membaca akan melahirkan ide – ide kreatif seperti kemauan untuk berinovasi  membangun usaha kecil menengah (UKM).

Disamping juga menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi anak – anak yang belum bisa sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Atau juga bisa membantu para siswa yang masih menimba ilmu di sekolahnya.

“Kita akan bantu semampu kita, kita juga punya Perpustakaan Keliling yang sudah lama hadir di masyarakat,” tutupnya. (Yat)

Bagikan Berita

Share this post