Mubes Ke-2 FJLT, Sekda Juaini Sampaikan Peran Penting Jurnalis Dalam Pemerintahan

Mubes Ke-2 FJLT, Sekda Juaini Sampaikan Peran Penting Jurnalis Dalam Pemerintahan

Lombok Timur SR -Sekertaris Daerah (Sekda) Lombok Timur H. M. Juaini Taofik hadir dalam Musyawarah Besar (Mubes) Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT), yang di selenggarakan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktifitas (BPVP), Sabtu (5/11). Pada Mubes tersebut Juaini Taofik sampaikan peran penting Jurnalis dalam keberlangsungan pemerintahan. Dimana Jurnalis merupakan yang menentukan arah baik dan buruknya pemerintahan yang ada di satu negara, utamanya di Indonesia wabil khusunya Lombok Timur.

Mengawali sambutannya, Kak Ofik sapaan akrab Sekda menceritakan peran singkat Neil Sheehan seorang Jurnalis perang Vietnam.

“Neil seorang Jurnalis yang diturunkan mencari fakta di perang Vietnam. Saat itu, terkuak Amerika akan kalah dalam perang yang berlangsung, namun pihak Amerika memutar balikkan fakta terhadap apa yang ada di lapangan dan memberitakan yang menang adalah Amerika,” ceritanya.

Lebih lanjut Sekda menyampaikan, dari kasus tersebut justru bukan kemenangan yang didapatkan namun sebaliknya Amerika mengalami kekalahan, akibat dari mengesampingkan fakta dari Jurnalis Neil tersebut.

Terlebih lagi, Amerika sempat digemparkan dengan berita yang diterbitkan New York Times yang membahas seputar dibalik fakta yang disembunyikan pemerintah Amerika tersebut.

“Artinya, dari dulu Amerika menyadari betul peran media dalam menyampaikan informasi yang berimbang apa adanya telah disadari Amerika berpuluh tahun yang lalu. Dan bisa jadi perkembangan Amerika saat ini itu juga bagian dari peran media,”ungkapnya.

Dari kasus tersebut juga sama kaitannya dengan bagaimana pemberantasan covid-19 yang menimpa Indonesia di tahun 2019 lalu. “Kalau kita melihat perjalanan covid-19 di Lombok Timur, dimana 10 kabupaten kota di NTB dilombakan kaitannya dengan bagaimana menekan covid-19,” ucapnya.

Dimana sebelumnya Sekda menceritakan, pada saat bertemu ahli epidemiologi, diperkirakan kasus covid-19 akan memuncak di Lombok Timur. “Namun faktanya pada 24 Maret 2020 di NTB Lombok Timur adalah daerah dengan kasus 0 covid-19,” ungkapnya.

Dari sisi teori, lanjut Sekda, padahal ledakan terhebat untuk covid-19 ada di Lombok Timur, hal ini di lihat dari jumlah penduduk yang ada. Prediksi terkait kematian dan segalanya juga sudah dipikirkan.

“Namun solusi yang diberikan untuk melawan covid adalah partisipasi masyarakat. Dimana saat saya terjemahkan, masyarakat sekarang bisa berpartisipasi dari berita yang didengarkan. Oleh karenanya peran media hadir disana dengan hasil covid di Lotim tidak se ngeri yang kita perkirakan,” jelasnya.

Sekda juga mengajak jurnalis turut sukseskan ajang Superbike World Championship (WSBK) di Sirkuit Mandalika Street Sircuit, Lombok Tengah

“Harapan kami bagi teman-teman jurnalis, mari kita dukung sikap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan membeli tiket hingga 2 ribu nanti pada ajang memeriahkan WSBK,” ucap Sekda.

Sekda menilai peran media saat itu besar, hingga membuat Bupati dan Sekda mendapatkan penghargaan terbaik terkait tentang pemberatasan covid-19 di NTB.

“Itulah semangat yang kami titip kepada FJLT, siapapun pengurusnya, tentu diharapkan dari waktu kewaktu semakin baik,” tutup Sekda.

Hasil Mubes kali ini, resmi Rusliadi kembali terpilih sebagai Ketua FJLT dengan Dedi sebagai Sekretaris kembali. Tidak jauh berbeda dari pengurusan sebelumnya, namun yang baru adalah adanya Majelis Etik yang nantinya bertugas sebagai disiplioner para anggota nantinya.

“Yang baru dari FJLT setelah Mubes ini adalah terkait tentang peraturan, di FJLT saat ini lebih ketat, berdasarkan Mubes kita sudah memiliki Majelis Etik,” ucap Rusli.

Lebih lanjut, Rusli menegaskan, dengan Majelis Etik ini nantinya FJLT bisa menjadi media untuk mengevaluasi terhadap segala bentuk praktik kerja jurnalis.

“Jika ada anggota yang melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan anggaran dasar rumah tangga maka akan kita ambil tindakan tegas hingga berujung tindakan pemecatan,” tegasnya.

Di satu sisi ia menilai terpilihnya menjadi ketua kembali adalah bentuk tantangan untuk lebih baik lagi membawa nama FJLT ke depannya. (*)

Bagikan Berita

Share this post