Lombok Timur, SR – Persoalan narkoba di negara kita masih menjadi PR yang harus ditangani secara serius. Kasus demi kasus kerap muncul hampir di seluruh wilayah, sampai ke pedesaan.
Lebih khusus di Nusa Tenggara Barat (NTB), peredaran narkoba belum sepenuhnya bisa ditangani dengan maksimal. Hal itu terbukti masih adanya pelaku baik pengedar ataupun pemakai yang terjaring operasi aparat.
Menyikapi keadaan yang demikian, Majlis Sapujagat Lombok memberikan atensi atas kasus peredaran narkoba yang sudah sangat akrab di dengar masyarakat publik.
Wakil Direktur Majlis Sapujagat, Abdul Mukmin RY, memadang kasus narkoba di NTB sudah sangat mengkhawatirkan. Ironisnya, beberapa pelaku yang terjaring operasi aparat, banyak dari kalangan remaja bawah umur atau bahkan kalangan pemangku jabatan.
“Kami perihatin dengan kasus peredaran Narkoba di NTB secara massif. Bahkan kita melihat masih belum ditangani secara optimal,” ucap Mukmin saat memberikan keteranggan persnya di Desa Tete Batu Selatan, Ahad (13/11).
Mukmin menilai, maraknya kasus ini bukan tidak mungkin menyentuh semua unsur masyarakat, baik masyarakat sivil, ataupun tokoh publik. Sehingga dirinya memandang perlu aparat dalam hal ini pihak BNN mengambil langkah tegas dan terukur untuk dapat menurunkan angka peredaran narkoba di wilayah NTB, dan indonesia secara umum.
“Sangat menyedihkan, kasus ini banyak melibatkan remaja bawah umur juga, dan bukan tidak mungkin melibatkan tokoh publik juga. BNN harus tegas mengambil sikap,” pintanya.
Beberapa isu yang berkembang belakangan ini, terkait isu dugaan kasus narkoba di salah satu instansi, dipandang Mukmin sebagai kondisi yang perlu ditanggapi serius.
Dirinya meminta publik tidak boleh alergi mendengarkan isu yang demikian. Bukan soal benar dan salah. Ia bahkan memandang itu sebagai langkah antisipatif untuk menyelamatkan lembaga negara dari isu yang tidak pantas.
“Saya rasa itu wajar, tinggal dilakukan pemeriksaan mendalam, kan bukan soal benar salahnya, tapi perlu diantaisipasi,” katanya. “Pejabat publik juga tidak perlu alergi, tanggapi secara bijak saja,” sambungnya.
Menutup pernyataannya, Abdul Mukmin, meminta kepada Polda NTB untuk melakukan penanganan narkoba secara masif. Penyisiran harus dilakukan pada semua unsur masyarakat, bahkan lembaga, baik lembaga negara ataupun swasta.
“Ini sebagai bentuk perhatian Majlis Sapujagat Lombok terhadap generasi muda NTB, maupun lembaga negara, demi martabat bangsa. Kami mendorong Polda NTB untuk melakukan langkah pencegahan secara masif,” tutupnya.(vin)