Lombok Timur, SR – Kegiatan Dinas Perdagangan terkait atensi Pemerintah Daerah Kabupaten Lotim terhadap inflasi kenaikan harga BBM dari dana bantalan Pemerintah Daerah senilai 1 Milyar diperuntukkan untuk pengadaan Subsidi Beras Murah. Dimana, harga beras dari Dinas Perdagangan dipatok hanya Rp 5.000 saja per kilonya.
“Kita sedang melakukan Operasi Pasar Murah diseluruh Lombok Timur, dengan titik Operasi Pasar di masing – masing Kecamatan”, tutur Kadis Perdagangan Lalu Dami Ahyani menjawab media ini di ruangannya Rabu, (16/11)
Ditambahkannya, dari data Dinas Perdagangan Lotim, jumlah paket Bantuan Subsidi beras dari Dana Bantalan 1 milyar adalah berjumlah 7.217 paket. Semua palet sudah tersebar di 21 Kecamatan se – Lotim.
Hingga Rabu,(16/11/22) lalu Dinas Perdagangan sudah melakukan Operasi Pasar di 4 Kecamatan yakni Kecamatan Selong, Aikmel, Lenek dan Suralaga.
Dari komoditi beras yang kalau mengacu kepada harga beras di Pasar dengan harga Rp 10.000, Dinas Perdagangan Lotim memberikan subsidi setengah harga. Sehingga masyarakat hanya membayar Rp 50.000 untuk 10 kg nya.
“Dari harga Rp 10.000/kg, di bagi dua, kita kasih harga Rp 5.000 saja per kilonya, karena sudah di talang setengahnya dari dana bantalan itu”, rincinya.
Adapun penerima subsidi beras murah kata dia diperuntukkan bagi masyarakat yang benar – benar kurang mampu yang di tunjuk dan diarahkan oleh Kepala Desa atau Lurah masing – masing. Dimana, untuk pemerataan seperti yang di sebutkan diatas setiap Kepala Keluarga (KK) hanya boleh mendapatkan jatah beras murah tersebut 10Kg saja.
Komoditi beras terpilih setelah dilakukan rapat panjang bersama Kemendagri terkait dampak implasi Kenaikan harga BBM. Dimana, dari hasil rapat zoom yang paling terlihat gejala implasinya dari semua sektor komoditi adalah beras.
Masih kata orang yang pernah menjabat Sekretaris DPRD Lotim ini, Dinas Perdagangan yang sesuai Tupoksinya harus bisa menjaga kestabilan harga. Selain juga pihaknya tetap melakukan monitoring atau pengawasan memantau rantai retribusi setiap komoditi yang masuk dan keluar di Lombok Timur.
Dinas Perdagangan menilai adanya kebijakan kenaikan harga BBM tentu berdampak pada turunnya daya beli masyarakat selaku konsumen yang kemudian berdampak pada harga komoditi.
Mengingat, akan berdampak pada cost atau biaya angkut komoditi dari tempat asal ke pasar tujuan.
“Menjaga kesetabilan harga itu perlu, sehingga kegiatan operasi pasar ini dijadikan kebijakan oleh Pemda”, imbuhnya.
Sesuai jadwal yang sudah tersusun, operasi pasar akan berlangsung selama sekitar 15 hari. Pemerintah Daerah melaui Dinas Perdagangan berharap melalui Operasi Pasar ini akan mampu menjaga kesetabilan harga Komoditi lainnya di Lombok Timur.
“Di Lotim ada 21 Kecamatan, setiap hari ada 2 – 3 Kecamatan yang terlayani, jadi target kita sekitar 15 hari bisa selesai, harapan kita harga komoditi khususnya beras bisa stabil”,tutupnya. (Yat)
Dinas Perdagangan Lotim Gelar Operasi Pasar