Mataram, SR – Pimpinan Pusat (Pimpus) Persatuan Guru Nahdlatul Wathan (PGNW) menghadirkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia, menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Pola Asuh Anak dan Remaja dalam Menekan Angka Pernikahan Dini pada Era Digital” di Hotel Aston Inn, pada Rabu (23/11). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke 77 yang diikuti 150 Peserta secara luring dan 50 peserta melalui daring.
Dalam sambutannya, Lale Yaqutunnafis, menyampaikan, kegiatan ini merupakan langkah kongkrit PGNW dalam mendukung program Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia, dan Program Tim Penggerak PKK Provinsi NTB dalam menekan angka Pernikahan Usia Dini di NTB secara khusus dan di Indonesia secara umum.
“Persatuan Guru Nahdlatul Wathan meliliki kewajiban dalam mendukung progam pemerintah sebagai upaya menekan angka pernikahan usia dini,” katanya.
Ia juga menambahkan, dalam menyelesaikan persoalan pernikahan dini, pola asuh, asih dan asah yang dimiliki oleh orang tua dan guru tidak boleh lemah dan harus siap dalam menghadapi tantangan di era digital globalisasi.

“Pendidikan orang tua dan guru pada generasi bangsa harus dikuatkan. Pola asuh, asih dan asah tidak boleh lemah agar generasi bangsa siap menghadapi tantangan lingkungan di era digital globalisasi dengan karakter anak bangsa yang mampu menciptakan hidup yang berkualitas kedepannya,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) yang disampaikan Sekjen PBNW Prof. Fahrurrozi Dahlan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pimpus PGNW yang telah memberikan literasi dan edukasi untuk memperbaiki kondisi anak bangsa melalui seminar pola asuh anak dan remaja dalam mengantisipasi dan mencegah pernikahan usia dini di era digital.
“Inilah salah satu epicentrum peradaban humanitas dan educational yang tentu peradaban ini lahir dari sang Ibu sebagai guru kemanusiaan yang perdana.
Episentrum humanitas inilah yang harus diprioritaskan oleh Pimpinan Pusat maupun Wilayah Persatuan Guru NW dalam kapasitasnya sebagai Guru di berbagai level,” ungkap Guru Besar UIN Mataram ini.
Menurutnya, Pengurus Besar Nahdlatul Wathan mengapresiasi kegiatan Pimpus PGNW dalam memberikan literasi dan edukasi yg sangat produktif tentang pola Asuh anak dan remaja dalam mengantisipasi dan mencegah pernikahan usia dini. Dimana kegiatan seminar nasional ini dihadiri oleh seluruh guru Nahdlatul Wathan di seluruh Indonesia.
“Persatuan Guru Nahdlatul Wathan sebagai badan otonom NW telah sedang dan terus menebarkan edukasi konstruktif untuk perbaikan kondisi anak bangsa, terlebih-lebih dalam mencegah pernikahan anak usia dini,” imbuhnya.
Lanjjtnya, dalam perspektif Pendiri organisasi NW Maulanassyaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid tentang pola asuh anak dan remaja di awali dari slektifitas memilih dan menentukan pasangan hidup keluarga yang dilandasi dengan moralitas dan spritualitas yang tinggi.
“Dari persepktif ini, maulanassyaikh memberikan edukasi yang sangat inspiratif dan efektif di mana perkawinan dini bisa dicegah melalui selektifitas dalam memilih calon pengantin yang sehat, berbudi berakhlak dan tentu sehat mental spritual dan sehat materi,” urainya.
PG NW, katanya, selaku lokomotif terdepan dalam upaya mengatasi pernikahan dini dengan literasi yang kontunuitas dan berkesinambungan secara berjenjang dengan obsesi untuk dapat mengurangi pernikahan dini yang sesuai peraturan pemerintah, di mana usia pernikahan bagi perempuan usia 19 tahun, laki laki 21 tahun.
“Peraturan inilah yang harus didengungkan sesering mungkin ke anak-anak didik dan para remaja kita.
PG NW sebagai sang Guru, pendidik anak Bangsa akan terus selaras dengan apa yang digariskan Nabi Muhammad SAW,” tandasnya.
Di akhir sambutannya, Sekjend PBNW kembali menegaslan bahwa organisasi Nahdlatul Wathan sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak dalam trilogi pergerakan; Pendidikan, sosial dan Dakwah, telah dan terus berjuang, berkontribusi untuk kemashlahatan ummat.
“NW dengan sayap-sayap perjuangannya terus mensupport pemerintah dalam segala kebijakan yang berorientasi pada tiga kemashlahatan,” tutupnya.
Acara tersebut dihadiri Ketua PKK NTB , Hj Niken Dzulkiflimansyah dan Wakil Ketua DPRD NTB H Farin Parinduan. (Vin)