Lombok Tengah, suararinjani.com – Adanya isu berhembus terkait dugaan permainan sewa ruko milik Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah (Pemda Loteng) direspon langsung Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Loteng, Kamis (29/12/2022) lalu.
Dugaan adanya permainan sewa ruko milik Pemda Loteng yang berada di Komplek Pertokoan Kota Praya, beberapa hari terakhir ini menuai polemik. Pasalnya kepala Bapepeda Lombok Tengah sejauh ini belum mengetahui kepada siapa Toko Ritel Modern itu mendapatkan izin sewa ruko.
Bertempat diruang kerjanya, Kepala Bepepeda Loreng,bLalu Wiranata mengatakan, saat ini pihaknya belum ada pendataan ulang kaitan dengan besaran nilai sewa ruko yang ada di kota praya tersebut. Dimana untuk nilai sewa yang lama berkisar sebesar 7 Juta pertahun dan itu berjalan dari tahu 2014. “Nilai sewa ruko yang ada di Pertokoan Kota Praya itu hanya 7 Juta pertahun. Bila dibandingkan dengan nilai sewa ruko milik masyarakat yang ada di seputaran kota praya jauh lebih tinggi, dengan nilai sewa ada yang 15 juta hingga 25 juta pertahun,” kata Wiranata.
Pihaknya atas hal inipun berencana akan melakukan peninjauan kembali kaitan denga besaran biaya sewa ruko yang ada di komplek pertokoan kota praya. “Ini menjadi PR kita bersama untuk meninjau kembali besaran biaya sewa ruko,” terangnya
Sementara itu terkait dengan adanya penggunaan ruko milik Pemda Loteng oleh Toko Ritel Modern diakui pihaknya belum mengetahui kepada siapa pihak Toko Ritel Modern itu mengajukan permohonan sewa pakai dan berapa nilai sewanya pertahun. “Terus terang saja Kami tidak tau kaitan dengan adanya pengoperalihan sewa ruko. Adapun yang kami ketahui ruko itu di sewa masyarakat, jadi apa dasasnya pihak Toko Ritel Modern itu menggunakan ruko tersebut, dan seharusnya hal seperti ini pihaknya harus mengetahui,” paparnya.
Atas hal itu Kepala Bapeda akan segera melakukan kordinasi dengan dinas terkait dan memanggil pihak Toko Ritel Modern untuk meluruskan adanya isu liar dugaan permainan pengoperalihan sewa ruko yang saat ini sedang berkembang. “Guna meluruskan isu yang berkembang, Insha Alloh nanti saya akan kordinasi dulu dengan pihak aset serta dinas terkait,” ungkap Wiranata (ang)
Soal Dugaan Permainan Sewa Ruko Direspon Kepala Bappeda Loteng