Lombok Timur suararinjani.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) TGKH L G Muhammad Zainuddin Atsani, menggelar pengajian silaturahim pendidikan NW di Audidotirum Majlis Dakwah Hamzanwadi II, Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Sabtu (29/04). Kegiatan ini merupakan peninggalan pendiri NW almagfurlah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, semasa hayat satu minggu perayaan Idul Fitri.
Dalam pidatonya Ketua Umum PBNW mengingatkan pentingnya terus menjaga hubungan silaturahim antar sesama, karena itu bagian dari ajaran agama kita yang harus kita junjung tinggi.
“Momen Idul Fitri ini kita jadikan momentum untuk kita saling memaafkan sehingga kita bisa melanjutkan perjuangan dalam menegakan agama Allah SWT,”ucapnya.
Lanjutnya, saat ini NW sudah berada di 34 provinsi dan sudah memiliki kepengurusan dan hampir semua provinsi ada madrasah atau lembaga NW. “Saya hanya melanjutkan cita-cita pendiri NW almagfurlah Maulanasyaikh untuk menjaga dan menyebarkan NW ke seantero dunia,”ungkapnya.
Maka, dalam berjuang di NW, katanya, terus pupuk semangat persatuan seperti ajaran Maulanasyaikh yaitu kompak utuh bersatu dalam menggapai puncak perjuangan. “Apalagi tahun ini sudah mulai tahun politik, maka jaga persatuan dan tetap kompak dalam satu komando pimpinan NW, jangan cepat goyah dengan rayuan apapun,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolda NTB, Irjend. Joko Poerwanto, dalam sambutannya mengajak semua santri dan jamaah NW agar tetap menjaga kondusifitas daerah masing-masing. Perlu kita menjalin kerjasama, baik santri dan masyarakat semua. “Pesan saya kepada semua, titip Lombok Timur, NTB dan Indonesia, aman dan nyaman di tempat masing-masing,” harapnya.
Joko juga mengatakan jika ada dari santri yang berkeinginan menjadi anggota polisi terbuka lebar. “Karena saya berjanji dan ungkapan terimaksi dengan amanah yang saya diberikan Allah SWT di NTB untuk berterimaksi itu program saya adalah tidak ada rekruktmen menjadi polisi dengan menggunakan uang, baik itu tamtama, bintara ataupun taruna,” tegasnya.
“Maka kebijakan saya kalau salah satu di sini Pak Hery, Kapolres Lotim, rekrutmen proaktif kita lakuan, untuk yang hafiz dan sudah banyak itu. Ada program itu, saya minta amat sangat Kapolres, program dari Biro SDM yang untuk mendampingi dan arahan tentang pengalaman tahun sebelumnya tolong dibantu,”perintahnya.
Karena lanjutnya, yang dibutuhkan menjadi anggota polri adalah yang baik dan benar. “Kalau muncul angota polri dari sini (pondok pesantren red) haqqul yaqin berarti saya mendapatkan anggota polri yang integritasnya terjamin. Itu syarat yang paling penting,” tandasnya.
“Saya bilang kepada semuanya polisi yang di Polda NTB termasuk di Lombok Timur, kalau nurani kita sobek, integritas kita sobek, maka kita hanya sesosok daging yang berpakaian polisi, tidak ada manfaatnya,” sambung Irjend. Joko.
Selain itu, kata nomor satu di Polda NTB ini, kami perlu koreksi dari masyatakat. Kami perlu masukan untuk membangun bagaimana Polri di Polda NTB bisa memberikan pelayanan dengan baik. Kami punya beberapa program ternyata di sini sudah dilakukan yaitu menurunkan keminskinan di NTB. Banyak pekerja migran menjadi korban di luar negeri dengan janji-janji yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Saya mengajak semuanya untuk dapat bekerjasama sehingga bisa menurunkan kemiskinan di NTB. Intinya kami siap menerima koreksi dan masukan dan kami siap memperbaiki untuk kedcepan menjadi lebih baik dan mohon kami dijadikan mitra untuk menjaga daerah NTB aman dan nyaman,”pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, H Zamroni, mengatakan betapa besar makna yang terkandung dalam kegiatan silaturahim, di mana dengan perbanyak shilaturahim akan memudahkan mengurus bangsa dan negara ini.
Kami yakin pengurus NW bersama jamaahnya akan mampu membangun apa yang dihajatkan, tapi dengan sebagian rizki kita yang ada ikut membantu, maka itu yang akan membawa kita bersama rombongan pendiri NW almagfurulah Maulanasyaikh nanti di ahirat.
Menurut Zamroni, peran serta pondok pesantren dan ormas islam dalam ikut menjaga keutuhan NKRI akan memiliki menjadikan kekuatan yang luar biasa bagai keutuhan bangsa kita. Apalagi di NW ada lagu/mars yang luar biasa menggugah hati patriotisme dalam menjaga bangsa dan Negara.
“Maka jangan hawatir jika ada orang-orang yang akan merusak NKRI, karena ada santri, kader NW bersama ormas islam lainnya yang menjadi garda terdepan menjaga NKRI. Itu semua tercantum dalam Mars NW,” tegasnya.
“Saya terharu atas bait-bait syair NW tadi, bagaimana kekhawasan (teropongan red) pendiri NW sang Pahlawan Nasional (TGKH Muhammad Zainuddin Abadul Madjid red) puluhan tahun silam merangkai bait-bait syair/lagu penggerak dan penyemangat santri NW pada waktu itu dalam merebut dan menjaga bangsa Indonesia dari penjajah,” sambungnya.
Lanjutnya, kalau tidak ada pondok pesantren dan lembaga pendidikan NW kami yakin di Nusa Tenggra Barat, bahkan Indonesia ini pasti terganggu karena banyak yang mendirikan bangsa dalam bangsa. Makanya tadi disampaikan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Wathaniyah. “Artinya bagaiamana hubungan masyarakat dengan pemerintah, ulama dan umara harmoni akan menjadikan daerah ataupun bangsa itu aman sentosa dan sejahtera,” pungkasnya.
Hadir pada acara tersebut Ketua Dewan Musytasyar PBNW Ummuna Hj St Raihanun Zainuddin AM, Kepala Kanwil Kemenag NTB, Kapolda NTB, Kepala BIN NTB, Kapolres Lotim, Kepala Kemenag Lotim, Masyaikhul Ma’had, pengurus NW dari tingkat pusat sampai ranting dan sejumlah pejabat lainnya. (vin)