Antisipasi Begal, Pedagang Cilok Di Jerowaru Bawa Sajam

Antisipasi Begal, Pedagang Cilok Di Jerowaru Bawa Sajam

Lombok Timur suararinjani.com – Seorang pria pedagang Bakso  Cilok yang akrab disapa Pak Edi (40) asal Desa Jerowaru ini punya kebiasaan lain. Dirinya setiap berjualan keliling selalu membawa parang yang ditaruh pas di depan Rombong Bakso Ciloknya.
Dikatakannya kebiasaan itu bukan tanpa alasan namun dikarenakan jarak pemukiman yang satu dengan yang lain terbilang jauh. Jadi parang tersebut selalu dibawa guna mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan seperti kejadian begal dan sebagainya.
Mengingat, lampu penerang jalan di desa desa sekitaran Jerowaru  yang terbilang sangat minim. Sementara diakuinya jika ada hiburan malam, dia sering pulang hingga larut malam.
“Alasan lain saya karena kondisi Jalan yang saya lalui tidak begitu bagus ditambah pencahayaan yang gelap”, tuturnya saat dikonfirmasi media ini Rabu, ( 12/07).
Edi manambahkan, dirinya juga pernah memiliki pengalaman masa lalu. Dimana, ia pernah dihadang empat orang. Namun karena wajahnya yang terlihat sudah familiar alias tidak asing, ke empat pemuda itu beralasan bahwa mereka mau mencari Jangkrik.
“Mereka berempat beralasan cari Jangkrik, tapi seperti menghadang di kiri kanan saya sambil megang rombong”, imbuhnya.
Selain itu tambah Edi, karena dirinya selama berjualan keliling sering mendapatkan pemuda kumpul sambil minum miras alias mabok.
“Alasan saya bawa Parang juga buat jaga jaga karena saya sering dapat anak anak muda yang minum miras di tengah jalan sambil berkata yang tidak tidak”, ungkapnya .
Menanggapi hal itu, Syamsul  Ketua BPD Desa Sukaraja mengatakan tidak semua kejahatan itu terjadi karena direncanakan, namun ada juga yang karena ada kesempatan. Sehingga mewakili Pemerintah Desa Sukaraja dirinya berharap kepada siapa saja utamanya para pedagang  saat berpergian ataupun mencari rizki dimalam hari agar tetap waspada.
Bagi yang ingin mencari keluarga atau kerabat, orang yang pernah lama menjadi Fasilitator BPBD Kabupaten Lombok Utara tersebut meminta agar tidak pulang terlalu larut malam. Ia juga mengimbau kepada Warga Desa Sukaraja agar tidak keluar dan pulang hingga larut malam guna mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan.
“Kita tidak pernah tau niat seseorang baik atau tidaknya, tapi saya berharap kepada siapa saja untuk tetap waspada. Khusus bagi warga Desa Sukaraja untuk selalu berhati – hati dan tidak berkendara di malam hari, kalau tidak ada urusan yang penting”, imbaunya.(yat)

Bagikan Berita

Share this post