Lombok Barat SR – Penertiban Perahu Nelayan di Kawasan Wisata Pantai Senggigi Kec. Batulayar, sempat diwarnai kericuhan. Meski Pemda Lobar menawarkan solusi pengganti lahan parkiran mereka, namun para nelayan Pondok Prasi dan Kampung Bugis Ampenan Kota Mataram ini, bersikukuh menolak dan tidak ingin beranjak dari tempat parkiran yang biasa dipakai. Mereka menilai, lokasi parkiran yang ditawarkan Pemda tersebut tidak aman adanya.
Penertiban yang dilakukan Sat Pol PP Provinsi NTB dan Sat Pol PP Lombok Barat, pada Kamis (24/02) itu mendapat penjagaan dan penjagaan dari TNI-Polri, untuk menjaga situasi agar tidak berkembang kepada hal hal diluar keinginan.
Wakapolres Lombok Barat Kompok Taufik, didampingi Kabag Ops Kompol Dhafid Shiddiq, mengatakan, dalam situasi dan kondisi seperti ini, diharapkan agar bersama sama tetap menjaga Sitkamtibmas, agar jangan mudah terprovokasi. Kita akan memfasilitasi dengan Pemda Lobar ataupun Pemprov. NTB, untuk menemukan solusi dan kesepakatan bersama.
Kepada ketua atau perwakilan kelompok dari nelayan Pondok Prasi Ampenan nantinya akan difasilitasi jalan keluarnya.
“Kami disini sifatnya hanya mengamankan, walaupun ada riak-riak sedikit saya kira ini wajar, dan diharapkan untuk kedepannya ada solusi terbaik untuk nelayan kita,” tegasnya.
Kasat Pol-PP Lombok Barat, Bq. Yeni S. Ekawati mengatakan, penertiban ini tidak lantas para nelayan harus berkecil hati, sebab Pemerintah Daerah Lombok Barat telah menawarkan solusi, untuk memindahkan perahu di dua lokasi yang telah disiapkan.
“Kami sudah siapkan dua lokasi yang berbeda yaitu disepanjang pantai Duduk dan Pantai Meninting Batulayar,” ajaknya.
Penertiban ini kata dia, juga berkenaan dengan Perda Nomor 9 tahun 2016, juga terkait dengan kondisi pariwisata Lombok Barat saat ini.
“Senggigi merupakan Icon Pariwisata Lombok Barat, yang mengalami keterpurukan pada masa pandemic saat ini, sehingga melalui momen MotoGP sekarang, kawasan wisata Senggigi ditata kembali,” ungkapnya.
Menurutnya, penertiban ini bukan berarti tidak boleh, pihaknya telah mengarahkan di dua tempat yang telah disiapkan.
“Kita sudah arahkan di Duduk dan Muara Meninting, dan jangan menganggap kami arogan, karena ada solusinya yang telah kami berikan,” imbuhnya.
Terkait keluhan nelayan Pondok Prasi dan Kampung Bugis Ampenan Kota Mataram, yang masih memarkir perahunya di Kawasan Wisata Senggigi karena cuaca ekstrim, langsung ditepis oleh Kepala UPTD Pelabuhan Dermaga Senggigi Herman Zulkifli.
Menurutnya kalua dilihat dari kondisi alam di pantai Senggigi, ombak juga besar juga terjadi di lokasi ini, yang terlihat dari posisi pantai di Senggigi yang cukup tinggi atau curam.
“Bila dibandingkan dengan lokasi di Pantai Meninting, ombaknya juga tidak terlalu besar, malah justru pasirnya landai, dan sangat luas untuk tempat parkir perahu ditambatkan,” terang dia.
Demikian juga di Pantai Duduk, menurutnya malah lokasinya sangat luas untuk memarkir atau menambatkan perahu di lokasi ini. (W@N)