Lombok Utara, SR – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama rPT DIU KJU KSO mengadakan sosialisasi kepada masyarakat lingkar proyek (Dusun Karang Suela dan Karang Jero, Desa Tanjung) terkait pembangunan gedung tersebut. Sosialisasi dilakukan di Balai Dusun Kandang Kaoq, Tanjung, pada Selasa (22/02).
Sosialisasi tersebut, disambut antusias oleh warga dan tokoh masyarakat yang hadir pada saat itu. Menurutnya, terbangunnya kantor bupati ini bakalan menjadi awal mula perubahan wajah Kota Tanjung menjadi lebih modern.
“Ini awal yang baik untuk kami masyarakat di sini, melalui pembangunan kantor bupati ini, kami harap wajah Kota Tanjung berubah menjadi lebih modern,” ujar Budiawan, Kepala Desa Tanjung.
Pembangunan kantor bupati KLU, masyarakat sekitar pun memberikan beberapa poin hal untuk diselesaikan sebelum pembangunan dimulai.Terutama terkait lalu lintas pengangkutan material akan melewati jalur sebelah timur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KLU yang merupakan akses utama beberapa warga Dusun Karang Jero, masyarakat meminta jalur (jalan) tersebut ditimbun agar ditimbun karena sudah terlampau rendah.
“Saya atas nama warga Dusun Karang Jero, meminta agar jalan tersebut ditimbun sebelum dilalui, karena sudah rendah sekali,” usul Kepala Dusun (Kadus) Karang Jero I Nyoman Mertayasa.
Ia juga menambahkan, jangan sampai masyarakat sekitar proyek, terutama warga Dusun Karang Jero direlokasi akibat pembangunan kantor bupati tersebut.
“Kami minta agar warga kami yang di sana tidak direlokasi akibat pembangunan ini,” tambah Mertayasa.
Selain itu, masyarakat meminta penimbunan got yang ada di sekitar lokasi yang dilalui aktivitas proyek. Adapun akibat pembangunan landscape kantor bupati, lapangan Tioq Tata Tunaq akan dijadikan bagian dari itu, sehingga masyarakat meminta agar ada alternatif tempat masyarakat berolahraga.
Menanggapi usulan para warfa, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek, Rangga Wijaya menjelaskan, terkait dengan jalan, dipertegasnya akan dilakukan perbaikan dan penimbunan, termasuk got. Ia meyakinkan warga tidak ada yang harus direlokasi akibat pembangunan kantot Bupati Baru.
“Tidak perlu direlokasi kalau warga, jalan akan diperbaiki, dan saya mohon izin juga kepada bapak-bapak, barangkali nanti ada pohon yang kita akan pangkas sedikit untuk memudahkan material masuk, mohon permakluman,” ujar Rangga.
Terkait dengan lapangan, Pemda KLU akan memindahkan lokasi lapangan Tioq Tata Tunaq ke depan pasar Tanjung, tepatnya di belakang gedung PLUT KLU.
“Rencananya, pemda akan memindahkan lapangan ke belakang PLUT,” jelas Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR KLU, Sahgiwan.
Masyarakat juga mengusulkan agar pihak rekanan juga menyiapkan personel pengaman di pintu akses menuju proyek, pasalnya di persimpangan tersebut merupakan jalur yang cukup padat dilalui kendaraan.
“Jangan sampai justru mengganggu lalu lintas, harus ada petugas yang mengamankan di sana,” ujar Ketua BPD Tanjung Alimuddin.
Ia juga meminta agar masyarakat setempat dapat dilibatkan sebagai pekerja dalam proyek bernilai total Rp 45 miliar tersebut. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton.
“Kita ingin juga kawan-kawan kita dapat bekerja di proyek itu, lumayan untuk masyarakat terutama di zaman pandemi begini,” tambah Alimuddin.
Manajer Proyek pada pembangunan kantor bupati tersebut Ali Asgar, menyatakan perusahaan memiliki standar operasional kerja yang profesional, sehingga hal-hal semacam keamanan dan rambu-rambu sudah dipersiapkan. Ia pun meyakinkan bahwa masyarakat setempat juga dapat bekerja di proyek tersebut.
“Kita bekerja dengan standar profesional, jadi semuanya sudah disiapkan. Kami pasti melibatkan masyarakat sekitar, namun untuk tenaga ahli kami percayakan pada tenaga di perusahaan kami,” ungkap Ali.
Ali menjelaskan, sejak tahun 2018 standar kekuatan konstruksi bangunan terkait ancaman gempa telah ditingkatkan sebanyak empat kali lipat, begitu pun pembangunan kantor bupati ini disesuaikan dengan standar tersebut.
“Dalam perencanaannya, kami sudah menyesuaikan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Termasuk ketahanannya terhadap gempa,” paparnya.
Perwakilan perusahaan yang telah membangun Islamic Center Masjid Hubbul Wathan NTB tersebut, juga mempermaklumkan kepada masyarakat, nantinya di suatu waktu mereka akan bekerja lembur dan tentu saja menimbulkan suara bising, terutama saat proses pengecoran. Agar masyarakat maklum terhadap hal itu.
“Nantinya jika kami lembur kami mohon maaf, saya infokan mulai sekarang, terutama saat pengecoran karena bahan harus dihabiskan langsung. Kalau jadwal kerja kami seperti biasa mulai dari pukul 08.00 sampai pukul 16.00, tapi ada saatnya kami juga nanti lembur, mohon permaklumannya,” pinta Ali kepada seluruh hadirin. (Yan)