Lombok Timur suarrainjani.com – Thullab Mahad darul Quran wal Hadits, (MDQH NW) NW Anjani menggelar Seminar Wawasan Kebangsaan pada Rabu, di Majelis Dakwah HAMZANWADI 2, Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani, Rabu (16/08).
Hadir sebagai pembicara Kepala Dinas Kominfo & Persandian Lombok Timur, DR. Fauzan, Direktur Pasca Sarjana UIN Mataram Prof TGH Fakrurrazi, MA., dan Ketua Pengurus Daerah NW Kabupaten Lombok Tengah DR. TGH M Zainal Arifin, MA.
Dalam penyampaiannya, Fauzan memaparkan terkait era five point zero atau 5.0 yang merupakan sebuah konsep yang berpusat kepada manusia untuk menyeimbangkan solusi atas permasalahan sosial dan kemajuan ekonomi melalui sistem integrasi antara dunia maya dan fisik.
“Era 5.0 adalah konsep yang memungkinkan manusia untuk menggunakan ilmu pengetahuan berbasis tekhnologi modern seperti, Artificial Intelligence dan properti untuk memenuhi dan mempermudah kehidupan manusia,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pada era 5.0, manusia adalah pemeran penting dalam berlangsung dan berkembangnya era tersebut. Sementara manusia sebagai pemegang kendali akan tekhnologi, bukan sebaliknya dimana tekhnologi yang mengendalikan manusia.
“Jadi konsep 5.0 ini ingin menggunakan manusia kembali sebagai pemegang kendali utama, bukan tekhnologi yang mengendalikan manusia,” tegasnya.
Fauzan juga menjelaskan terkait era era sebelumnya, yakni era 0.1 adalah era berburu dan meramu, era 2.0 adalah era masyarakat bercocok tanam atau agraria, era 3.0 adalah era industri mesin, dan era 4.0 adalah era tekhnologi informasi.
“Dulu era 1.0 adalah era berburu dan manusia baru mengenal tulisan, ada era 2.0 adalah era manusia bertani, era 3.0 adalah era industri, mesin uap baru ditemukan, kemudian barulah era 4.0, era dimana tekhnologi menggunakan internet, hampir sama dengan yang sekarang yakni era 5.0,” jelasnya.
Orang yang pernah lama menjabat Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Lombok Utara ini menjelaskan perbedaan diantara era 4.0 dan era 5.0 adalah pada titik fokus pengembangannya, dimana era 4.0 berfokus pada pengembangan tekhnologi, sementara untuk era 5.0 berfokus pada pengembangan manusia itu sendiri.
“Kalau era 4.0 lebih fokus pada pengembangan tehnologinya, era 5.0 lebih fokus pada konteks pengembangan manusianya,” ujarnya.
Lebih jauh disampaikannya, Untuk saat ini kebanyakan manusia masih berada pada era 4.0. Dimana tekhnologi masih menguasai, ia mencontohkan dalam kehidupan sehari-hari, terkadang susah untuk mengontrol anak-anak agar tidak sepanjang waktu bermain HP.
“Padahal pagi-pagi baru bangun bukannya pergi wudu, justru HP lah yang dibuka pertama kali untuk memeriksa pesan WA yang masuk tadi malam,” keluhnya.
Fauzan berharap, era 5.0 bisa meminimalisir kesenjangan sosial dan masalah ekonomi, ia juga berharap kelak di masa depan, para peserta seminar yang hadir bisa menjadi orang-orang yang terdepan dalam memanfaatkan segala bentuk perkembangan tekhnologi.
Jurnalis : Alfan, Suhada, Mutawalli dan Jayadi Editor : Yat