Sumbawa Besar, SR – Pansus DPRD Kabupaten Sumbawa memanggil Pemerintah Daerah terkait dengan penanganan Covid 19. Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sumbawa Syamsul Fikri AR SAg. M.Si, Ketua Komisi 2 Berlian Rayes SAg, Dan anggota Pansus Lainnya Ida Rahayu SAP, Budi Kurniawan ST dan dra.Saidatul Kamila Djibril, Selasa (22/02).
Didalam forum tersebut Saidatul Kamila Djibril menekankan pentingnya ketahanan diri dalam menghadapi virus varian baru Omicron. Kita mau tidak percaya akan adanya virus ini, tapi ada yang sakit, demikian pula keadaan di pasar pasar, tampak longgar dalam penerapan prokes, pembeli dan pedagang bertemu di pasar, kebanyakan pedagang tidak taat prokes dan tidak memakai masker.
“Aada keluhan kepada kami dari salah satu warga yang berangkat ke pasar, sebumnya sehat sehat saja, sepulang dari pasar malah jatuh sakit, hal ini patut menjadi perhatian bersama,” ujar Ida Djibril politisi dari PDI Perjuangan yang pernah menjadi guru sekolah ini.
Kemudian lanjutnya, pada tahun 2022 ini anggaran penanganan Covid-19 masih besar atau bahasa regulasinya tersedia dengan memadai, sehingga diharapkan jangan ada kepanikan atau ketakutan yang berlebih dalam menyikapi gelombang baru varian Covid-19 ini.
“Terkait dengan pembelajaran tatap muka kami berharap tetap berlanjut baik di jenjang SD, SMP maupun SMA. Terlebih di daerah terpencil dan perbatasan seperti Batu Lanteh, Pulau Moyo jangan dibuat susah lagi, karena jika diterapkan pembelajaran jarak jauh, siswa siswi akan kesulitan belajar karena susah Sinyal, mestinya dikunjungi,” bebernya.
Kita masih ingat mengenai duka guru yang melihat siswa-siswinya tertekan karena kurikulum yang disederhanakan untuk pembelajaran jarak jauh. Saat ini dengan pembatasan setengah hari akan mengurangi waktu belajar siswa siswi kita, oleh karena itu harus ada inovasi dari sekolah agar siswa tetap bersemangat dalam belajar.
“Kuncinya Inovasi dan ketahanan guru di masa pandemi ini harus muncul.Omicron sepertinya menguji kembali ketahanan kita,” imbuh Ida Djibril.
Covid-19 memaksa Guru mempelajari teknologi yang belum pernah mereka kenal. Guru mau tidak mau menyederhanakan kurikulum untuk memastikan murid mereka tidak belajar di bawah tekanan.
Guru menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, kesepian, dan kehilangan disiplin. Tidak hanya tekanan psikologis karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), banyak guru mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa “makan”.
Sangat wajar jika dalam situasi ini banyak guru yang termotivasi, bahwa pandemi ini tidak memadamkan semangat para guru, tapi justru menyalakan obor perubahan. Guru-guru menginginkan perubahan, dan kami mendengar.
“Guru menginginkan kesempatan yang adil untuk mencapai kesejahteraan yang manusiawi terutama yang masih honor,” kata Saidatul.
Setelah dicetuskannya program Merdeka Belajar, Kami harapkan bisa berhasil melahirkan ribuan inovasi pembelajaran. Kepada Dikbud Kabupaten Sumbawa benar-benar kami support untuk memaksilkan program Merdeka belajar ini.
Tentu, jelasnya, strategi merencanakan, menjalankan, merefleksikan, mengevaluasi pembelajaran, kolaborasi, dan menggerakan seluruh potensi yang berpusat pada murid dengan melibatkan orang tua untuk mengembangkan pendidikan sekolah dan menumbuhkan kepemimpinan murid.
“Mengembangkan dan bergerak memimpin dengan hati merupakan upaya mewujudkan visi pendidikan sekolah yang berpihak pada murid dan relevan dengan kebutuhan komunitas disekitar sekolah,” tandasnya.
Guru, katanya, terus bergerak tampa batas, diharapkan menjadi katalis perubahan pendidikan. Tentu, strateginya harus dengan beberapa cara: pertama, menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya. Kedua, menjadi pengajar praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah.
“Mudah-mudahan kinerja dan perjuangan guru menggerakan dan bergerak menuju Merdeka Belajar demi terwujudnya Profil Pelajar Pancasila diberi kelancaran. Terima Guru. Salam Guru: Penggerak dan Bergerak untuk Indonesia Maju!,” pungkas Ida Djibril. (ruf/bgs)