Bolos, Puluhan Pelajar SMP & SMA Diangkut Satpol.PP

Bolos, Puluhan Pelajar SMP & SMA Diangkut Satpol.PP

Lombok Tengah, suararinjani.com – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Satpol.PP Kab.Loteng, Prov.NTB) mengangkut puluhan pelajar SMP dan SMA yang kedapatan bolos disaat masih berlangsungnya jam pelajaran di sekolah.
Diketahui ketika itu jumlah pelajar yang diangkut karena bolos sekolah setidaknya ada berjumlah 20 pelajar. Kemudian semuanya dibawa ke kantor Satpol.PP guna diberikan pembinaan supaya tidak lagi. mengulangi kesalahan mereka.
Mereka para pelajar yang bolos sekolah ini oleh Satpol.PP diangkut di Simpang Empat Beduk, Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya dan beberapa tempat lainnya. Selain memberikan pembinaan terhadap para pelajar, Satpol.PP juga melakukan koordinasi dengan pihak sekolah ataupun UPT yang membidangi masalah pendidikan.Demikian Kasatpol.PP Loteng,, Zaenal Mustakim, di tempat kerjanya, Kamis (23/11), menuturkan, kalau penertiban para pelajar ini dilakukan tidak terlepas karena adanya laporan diterima pihaknya dari masyarakat. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan rutin untuk mengantisipasi adanya tauran antar pelajar yang selama ini sering terjadi.
“Pada hari Rabu kemarin, alhamdulillah kita kembali lagi berhasil mengamankan puluhan pelajar yang kelayapan di luar lingkungan sekolah saat jam belajar masih berlangsung. Sudah.beberapa kali kita berhasil membubarkan para pelajar yang kedapatan membolos, terutama para pelajar yang sinyalnya hendak tawuran,” ungkapnya.
Adapun selama ini petugas Satpol PP memang rutin melakukan patroli untuk menindaklanjuti adanya laporan dari masyarakat.
“Para pelajar yang berhasil diamankan pun tekadang diberikan sanksi fisik dengan menyuruh mereka untuk melakukan kegiatan bersih- bersih lingkungan halaman sekitar kantor Satpol.PP serta bentuk sanksi fisik lainnya,” katanya.
Selain berkoordinasi dengan pihak sekolah oleh petugas juga akan memanggil orang tua mereka para pelajar tersebut untuk datang sendiri menjemput anak-anak mereka. Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pelajar agar tidak terus berkeliaran saat jam pelajaran masih berlangsung.
Mengingat penanaman pendidikan adalah tugas bersama, baik sekolah maupun orang tua termasuk pula pihak pemda maka prang tua para pelajar tidak lupa diminta untuk tetap menasihati anak-anak mereka supaya selalu berbuat hal-hal positif,
“Insha Alloh, kita juga akan terus melakukan patroli untuk memantau para pelajar ini agar tidak berkeliaran saat jam pelajaran masih berlangsung, karena ini juga sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya tawuran antar pelajar,” tegasnya.(ang)

Bagikan Berita

Share this post