Komunitas Guru Penggerak Pendidikan Menengah Sumbawa Gelar BAGURU

Komunitas Guru Penggerak Pendidikan Menengah Sumbawa Gelar BAGURU

Sumbawa, SR – BAGURU atau Bincang Santai Bersama Guru Penggerak dalam rangka Hari Guru 2023 digelar Komunitas Guru Penggerak Pendidikan Menengah Kabupaten Sumbawa pada Selasa, (29/11) pekan lalu, di Aula Mata Jitu SMKN 1 Sumbawa Besar.
“Tema yang diusung dalam kegiatan itu adalah “DIlema Kebenaran dan Keharusan dalam Dunia Pendidikan”. Tema yang sengaja diangkat untuk menjawab keresahan para guru dengan berbagai kejadian yang menimpa guru di NTB khususnya,” ujar Purna Aprianti yang memoderatori acara.
Hadir sebagai pemateri Kapolsek Sumbawa, IPDA Eko RiyonoKetua, MUI Sumbawa Dea Guru Syukri Rahmat, Kepala Cabang Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Nasrullah Darwis dan pengacara handal Endra Syaifuddin, selaku pengacara Guru Akbar dari SMK 1 Taliawang. Tak ketingalan ikut serta menjadi narasumber Efan, Psikolog muda yang aktif mengajar di Fakultas Psikologi Universitas Teknologi Samawa.
Ikut pula memeriahkan acara Bincang Santai itu segenap Guru Penggerak Dikmen (SMA/SMK/SLB) di Kabupaten Sumbawa. Guru BP/BK perwakilan setiap sekolah lingkup Dikmen di Kabupaten Sumbawa. Para guru dan siswa peserta lomba menulis artikel dan video pendek dalam TikTok.
Penjelasan terkait apa yang harus dan tidak boleh disampaikan dengan gamblang oleh Kapolsek Sumbawa Eko. Hal ini juga diperjelas dengan gambaran kasus yang menimpa guru Akbar oleh Bang Endra Syaifuddin. Lalu ada penjelasan pendidikan dari sudut pandang Islam yang disampaikan dengan oleh Dea Guru Syukri Rahmat. Mas Efan semakin mempertajam pemahaman melihat spikologis remaja saat ini.
Acara bincang santai yang berlangsung sejak pukul 08.30 WITA berjalan lancar hingga pukul 12.00. Tak satu pun peserta beranjak dari tempat duduk. Kegiatan bincang santai memberikan pembelajaran yang luar biasa bukan hanya untuk guru, namun juga untuk siswa yang hadir di acara tersebut.
Semua sudut pandang telah coba digunakan dalam memandang kasus Guru Akbar. Membuka pemahaman guru tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam dunia pendidikan saat ini. Mencari solusi masalah dan pembinaan yang baik bagi siswa dalah hal yang harus diupayakan oleh para guru. Koordinasi dan kolaborasi dengan guru lain harus dikedepankan, agar tidak terjerat dalam emosional dalam penyelesaian kasus siswa.
“Senyuman tidak hanya nampak dari peserta bincang santai, para peserta lomba artikel dan video TikTok pun tersenyum. Pembagian hadiah bagi para pemenang pun menutup kegiata Bincang santai kemarin. Akhirnya Selamat Hari Guru untuk para guru, mari bergerak bersama rayakan merdeka belajar,” pungkas Purna (ruf/bgs)

Bagikan Berita

Share this post