Mataram suararinjani.com – Dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dosen Institut Agama Islan Hamzanwadi Nahdlatul Wathan (IAIH NW) Lombok Timur menggelar Workshop Karya Tulis Ilmiah Terindeks Scopus di Prime Park Hotel Mataram, Sabtu (09/12) lalu.
Rektor IAIH NW Lombok Timur, KH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani menjelaskan, yang dibutuhkan kampus untuk terus maju saat ini bukan hanya saja kualitas pembelajaran yang baik, infrastruktur yang megah, namun dosen maupun mahasiswa yang ada harus mempunyai karya tulis yang bisa diakui dunia.
“Jadi nanti kita bisa dikenal dengan penelitian luar biasa. Saya memperhatikan kampus swasta yang ada di luar itu luar biasa perkembangannya, darimana dia bisa seperti itu? Ya karena hasil pemikiran dosen dan mahasiswanya yang dituangkan dalam karya tulis ilmiah dan itu diakui dunia,” ucap Kiyai Hamzanwadi II ini.
Pihaknya juga terus akan mensupport semua dosen dan mahasiswa agar mereka mempunyai penelitian-penelitian yang tentunya diakui oleh dunia Internasional.
Dia juga menjelaskan, sebenarnya pada pembuatan jurnal ilmiah juga bisa dilakukan dengan mudah, namun harus dibarengi dengan keinginan dan tekat yang kuat.
Oleh karenanya, harapannya adalah sebanyak-banyaknya tidak hanya di lingkup IAIH NW Lombok Timur saja tetapi semua Universitas yang bernaung di organisasi NW di 38 Provinsi di Indonesia.
“Makannya pada workshop kemarin kita undang bukan hanya dari IAIH NW Lombok Timur saja tapi ada dari Sumbawa dan Praya Lombok Tengah,” tutupnya.
Penanggungjawab Worshop Karya Tulis Ilmiah Terindeks Scopus, Prosmala Hadisaputra menambahkan, kegiatan ini memberi banyak ilmu dan pengalaman bagi para peserta.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan saling kerja sama dan pertukaran ide antar pengelola jurnal dan juga lembaga sehingga cita-cita mewujudkan jurnal terindeks scopus dapat segera terealisasikan,” katanya.
Jurnal scopus sendiri adalah jurnal internasional yang bereputasi tinggi artinya untuk masuk ke jurnal ini harus melalui beberapa tahapan seleksi dengan skema reviewer.
“Nah tentu jurnal scopus ini sangat sulit ditaklukan. Apalagi dengan kemampuan bahasa Inggris yang sangat kurang, tapi kami melihat bahwa jurnal scopus itu adalah tentang strategi. Bagaimana strategi kita agar kelemahan kita itu menjadi sebuah peluang, bukan malah melemahkan kita untuk tidak menulis,” tegasnya.
IAIH NW pada kegiatan workshop menghadirkan dua guru besar dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang biasa dikenal dengan UIN Satu Tulungagung diantaranya, Prof. Dr. Agus Eko Sujianto, dan Prof. Dr. H. Ahyar. (*)