Berbagai Program Pemkab Loteng Mampu Tekan Angka Kemiskinan

Berbagai Program Pemkab Loteng Mampu Tekan Angka Kemiskinan

Lombok Tengah, suararinjani.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) setiap tahunnya terus menekan angka kemiskinan dengan berbagai program yang dilakukannya. Bahkan angka kemiskinan tahun 2023 tercatat menurun hingga 0,65 persen dari angka 12,89 persen menjadi 12,24 persen. Pemkab juga masih terus berusaha untuk menurunkan angka kemiskinan ini dengan bersinergi bersama berbagai stakeholder.

Penurunan angka kemiskinan di Lombok Tengah disebabkan beberapa faktor, mulai dari banyaknya bantuan sosial (bansos) yang banyak dan kontribusi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berhasil di negara tujuan membuat angka kemisinan di daerah itu kian menurun. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa selama ini banyak TKI yang mampu merubah kehidupannya akibat bekerja di luar negeri.

Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Lombok Tengah, Lalu Wiranata mengatakan, dengan berbagai upaya yang dilakukan bersama berbagai stakeholder dan sinergitas antara Pemkab, Pemprov NTB hingga pemerintah pusat membuat angka kemiskinan di daerah tersebut kembali bisa diturunkan.

“Kalau di Regsosek untuk tahun 2023 angka kemiskinan kita sudah diangka 12,24 persen atau turun dari yang sebelumnya 12,89 persen. Tapi yang kemiskinan ekstrem tahun 2023 kita belum ada data, tapi tahun 2023 angka kemiskinan ekstrem kita masih 3 persen dari 12,89 persen atau sebelum penurunan menjadi 12,24 persen,” ungkap Lalu Wiranata, belum lama ini.

Wiranata optimis untuk angka kemiskinan ekstrem akan mengalami penurunan seperti kemiskinan secara umum. Hal ini diyakini karena berbagai program terus digencarkan oleh pemerintah baik tingkat daerah hingga pusat bahkan berbagai stakeholder lainnya.

“Angka kemiskinan kita turun 0,65 pesen dan jika dibandingkan dengan daerah lain malah progres penurunan kemiskinan kita paling tinggi. Karena daerah lain malah angka kemiskinan mereka ada kenaikan,” jelasnya.

Lebih jauh disampaikan, pemerintah tetap berkomitmen untuk bagaimana menurunkan angka kemiskinan di daerah itu dan meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat. Maka berbagai pembinaan terus dilakukan dan program-program untuk mencanangkan penurunan kemiskinan juga tetap digalakkan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Memang kita tidak bisa pungkiri dengan banyaknya bantuan sosial (bansos) ini sangat berdampak terhadap penurunan angka kemiskinan. Di satu sisi ada difasilitasi oleh swasta juga untuk lapangan kerja terutama keluar negeri,” ungkapnya.

Artinya, bahwa selama ini sebenarnya masyarakat yang bekerja menjadi TKI ke berbagai negara ini sangat banyak memberikan kontribusi dalam hal menurunkan angka kemiskinan di daerah itu.
“Jadi keluarga kita yang jadi TKI banyak yang berhasil dan mampu mengubah perekonomian mereka dari sebelumnya miskin menjadi kini sudah berhasil,” tandasnya.(ang)

Bagikan Berita

Share this post