Lombok Timur suararinjani.com – Pejabat (PJ) Bupati Lotim dinilai mampu menahkodai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemda Lotim. Namun ada satu hal yang disayangkan, yakni PJ. Lotim H.M.Juaini Taofik, terkesan ‘One Man Show’. Atau ‘kerja sendiri’. Semestinya, para pejabat yang ada dibawahnya bisa mengeluarkan ide atau gagasan lalu mengimplementasikannya untuk kemajuan Lombok Timur agar Pj.Bupati tidak terkesan bekerja dan mengeluarkan ide sendirian.
Seperti salah satu idenya mengangkat ASN sebagai Kepala Pasar guna menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bisa jadi, ide tersebut datang karena adanya kepentingan atau Dinas terkait dalam hal ini Dinas Perdagangan Lotim dinilai tidak mampu menutupi kebocoran dari retribusi pasar.
Hal itu disampaikan Deni Rahman salah seorang tokoh pemuda dan pengamat kebijakan Pemda Lotim saat dikonfirmasi Suara Rinjani di Selong belum lama ini.
“Hanya beliau kami lihat memiliki ide gagasan yang baru, misal gagasan Kepala Pasar di Pimpin ASN yang mampu kemudian meningkatkan Hasil Retribusi setiap pasar”, tuturnya.
Bagi Bung Deni sapaan akrabnya, belum terlihat gagasan baru yang muncul dari Pembantu – pembantu PJ. Bupati sekelas Kepala Dinas yang bisa menjadi narahubung yang baik yang bisa mematik roda birokrasi berjalan seperti yang diharapkan. Ia melihat sejauh ini para pejabat Eselon II di Lingkup Pemda Lotim masih terkesan berjalan normal dan miskin ide atau gagasan alias jalan ditempat.
Disamping itu, ia juga menyebut seperti halnya Kepala Dinas Pendidikan Lotim yang menuju 2 Tahun masa pengabdiannya. Selama ini dianggap belum memiliki terobosan baru yang bisa membangun kemajuan pendidikan dan mengatasi masalah bangunan rusak bangunan sekolah. Seperti kerusakan sekolah yang beberapa waktu lalu tersebar di beberapa grup media sosial di Kecamatan Jerowaru.
“Saya hanya melihat dan tau kayak tidak ada trobosan yang signifikan alias berjalan normal normal aja”, ucapnya.
Bung Deni bahkan berharap kepada PJ.Bupati H.M.Juaini Taofik agar melakukan penyegaran Pejabat yang sedari awal sebelum menempati posisi Kadis sudah memiliki ide dan terobosan baru biar benar benar segar dan dampaknya dirasakan masyarakat.
“Semua pejabat Kadis berpotensi diganti jika PJ. Bupati menginginkan walaupun membutuhkan rekomendasi pusat, kami yakin dengan alasan yang logis dan rasional akan memudahkan Keluarnya Rekomendasi pusat”, tegasnya.
Ia menambahkan sudah saatnya jabatan Kepala Dinas menempatkan figur-figur yang memiliki ide gagasan yang cemerlang seperti ide gagasan yang selama ini Juaini Taofik lakukan sehingga Ia tidak terkesan ‘One Man Show’.
“Kalau Pak Pj. Bupati punya program yang baru atau tambahan misalnya yang dirasa tidak mampu dikerjakan oleh kadis yang sekarang ya jangan ragu untuk disegarkan”, pintanya.
Mengingat dia melihat di bidang pendidikan atau bidang lainnya perlu adanya penyegaran oleh Pj. Bupati Lotim untuk lebih memaksimalkan kerja Kedinasan. “Misal bisa menjadi salah satau alasan pergantian, sangat tergantung pada atasan untuk menilai kinerja pembantunya”, tandasnya. (Yat)