Jakarta suararinjani.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemkab.Loteng, Prov.NTB) mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten *”Bebas Penyakit Frambusia”* dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada acara Peringatan Hari *Neglected Tropical Diseases (NTDs)* atau Penyakit Tropis Terabaikan Sedunia tahun 2024.
Peringatan Hari NTDs ini diperingati setiap tanggal 30 Januari yang kini menjadi salah satu dari 13 kesehatan WHO yang mengangkat tema *Bersatu dan Beraksi Mewujudkan Indonesia Bebas Penyakit Tropis Terabaikan*.
Penghargaan berupa sertifikat dari Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin diterima secara langsung oleh Bupati Kabupaten Lombok Tengah Bapak H. L. Pathul Bahri di Grand Ballroom Hotel Sahid Jakarta, pada Sabtu (09/03) lalu yang didampingi Kadikekes Lombok Tengah Suardi dan Kabid P3KL Putra Wangsa, MPH.
Untuk diketahui, Pemkab.Loteng merupakan salah satu dari 99 kabupaten se-Indonesia yang meraih penghargaan ini. Dimana penyakit Frambusia adalah penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum Pertenue. Biasanya penyakit ini melanda negara-negara tropis yang mempunyai sanitasi buruk, dapat menular melalui cairan dan kulit yang terluka.
Adapun resiko terburuk akibat penyakit kulit ini adalah penampilan fisik atau gangguan sosialisasi. Sebab itu Kemenkes menaruh perhatian yang serius terhadap penyakit ini lantaran sifatnya yang menular menahun dan sering kambuh.
Bupati Loteng, Pathul Bahri menyampaikan Pemkab Loteng melalui Dinas Kesehatam dengan 29 Puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan telah berhasil menekan munculnya penyakit tersebut selama sekian puluh tahun.
“Alhamdulillah berkat upaya yang dilakukan secara sungguh-sungguh bekerjasama dengan berbagai pihak, baik lintas program, lintas sektor, organisasi profesi kesehatan, elemen masyarakat dan dukungan Dinas Kesehatan Provinsi NTB,” kata Bupati usai menerima penghargaan.
Dalam kesempatan itu Bupati pun tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kesehatan dan semua dinas terkait bahwa sejak tahun 2023 Loteng telah meraih *STBM 5 PILAR* dan berimplikasi tahun ini Loteng meraih *Kabupaten Bebas Frambusia*
Dalam kesempatan yang sama, Kadikes Loteng, Suardi berkomitmen untuk terus mempertahankan Kab.Loteng menjadi kabupaten Bebas Frambusia untuk tahun-tahun yang akan datang dengan upaya-upaya pencegahan yang strategis.
“Karena itu perlu sinergitas guna menggerakkan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan kolaborasi, kerjasama dalam mendukung Indonesia Bebas Frambusia pada tahun 2027,”imbuhnya.
Ditambahkan Suardi, pihaknya juga turut menyampaikan ucapan terimakasih yang tiada terhingga kepada Bapak Bupati/Wabup Loteng yang selalu mendukung dan memotivasi semua OPD sebagai khadam untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, Bupati dibidang kesehatan telah memberikan dukungan penuh, terbukti dengan menyekolahkan gratis anak yatim tahfiz Qur’an untuk menjadi dokter dalam menyiapkan kuantitas SDM kesehatan, Universal Health Coverage (UHC), membangun sarana Puskesmas, rehabilitasi Pustu dan Polindes dan mendorong peningkatan status Puskesmas Kopang menjadi Rumah Sakit Pratama.
Serta upaya meningkatkan Rumah Sakit Praya Loteng dari Rumah Sakit type C menjadi Rumah Sakit type B dengan harapan akses pelayanan rujukan cepat terlayani, terjangkau dan kualitas pelayanan semakin baik.
“Yang pada akhirnya derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat menuju Lombok Tengah Bersatu Jaya,” tandasnya. (ang)