Sumbawa, suararinjani.com – Peristiwa meledaknya populasi belalang di Kecamatan Empang dan sebagian Kecamatan Tarano di Kabupaten Sumbawa mendapat sorotan dari Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq SH. Dirinya menganggap pentingnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait (Dinas Pertanian _red) untuk memiliki kemampuan memproyeksikan dan melindungi tanaman dari ancaman hama belalang. Beliau menekankan bahwa OPD harus mampu menganalisis dan memperkirakan kondisi hama belalang pada tahun ini serta tahun-tahun mendatang.
Langkah Dinas Pertanian atas permasalahan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ir Ni Wayan Rusmawati menyampaikan bahwa hama belalang di Kecamatan Empang dirinya mendapatkan laporan bahwa Koordinator lapangan telah melakukan pemantauan langsung di lokasi terdampak dan dirinya esok akan turun langsung ke lapangan.
“Sebagai tindakan pengendalian, Tim turun ke lapangan membawa insektisida untuk melakukan pengendalian hama” ujar Wayan Rusmawati, Kamis (27/06).
Kemudian lanjutnya, langkah monitoring dan peringatan dini juga dilakukan melalui Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan dan terus memantau serangan hama belalang dan penyakit lainnya.
POPT Kecamatan melakukan monitoring serangan hama belalang dan penyakit lainnya setelah itu mereka segera memasukan surat peringatan bahaya untuk melakukan antisipasi serangan hama dan penyakit tersebut lalu laporkan ke dinas.
“ Atas dasar tersebut dinas mengeluarkan bantuan obat untuk pengendalian. Apabila dampak meluas maka akan dilakukan pengendalian massal serempak agar tidak ada yang terbang ke lahan lainnya,” terang Ni Wayan.
Ditambahkan oleh Kabid Perlindungan Tanaman dan Pengembangan Usaha Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Toni Hamdani, bahwa Kita kecolongan di pertanaman jagung yang ditanam pada daerah perbukitan/pegunungan pembalakan hutan atau lahan – lahan yang tidak disarankan sehingga tidak sempat dipantau secara rutin oleh petugas karena kunci pengelolaan hama khususnya Locusta migratoria alias belalang kembara adalah rutinitas pengamatan.
Untuk pengendaliannya kami sarankan dengan foging, atau penyemprotan insektisida kontak yang diaplikasikan dini hari ketika belum ada turbulensi udara dan pengendalian dilaksanakan ketika belalang mencapai fase gregarious.
“Untuk pertanaman yg menjadi ancaman selanjutnya kami sarankan penyemprotan insektisida sistemik sehingga hama belalang tidak dapat berkembang lagi,” terangnya.(ruf/bgs