Sekolah Anak Bangsa Perlu Perhatian Pemerintah

Sekolah Anak Bangsa Perlu Perhatian Pemerintah

Lombok Tengah, suararinjani.com – Ketua Yayasan Anak Bangsa yakni, Muhammad Khalid berharap kepada para Paslon balon Gubernur NTB nantinya siapapun terpilih pada Pilgub 2024 mendatang agar mau untuk lebih memperhatikan SMK Yayasan Anak Bangsa yang berada di jalan umum Jontlak Praya, Kabupaten Lombok Tengah (Kab.Loteng).

Dikatakan Khalid, pada debat pertama para paslon Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) banyak berbicara tentang pendidikan maupun memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM).
“Saya akan selalu ingat apa yang menjadi visi dan misi masing masing paslon baik no 1, 2, dan 3,” katanya, Jum’at (01/11).

Masih banyak sekolah swasta di NTB biayanya bukan dari pemerintah, contohnya seperti, SMK Yayasan Anak Bangsa, yang mana sekolah ini punya andil dalam memajukan SDM di NTB. Namun apa kenyataan selama ini perhatian pemerintah sebelah mata, demikian juga nasib guru kehidupannya sangat memprihatinkan terutama guru tidak tetap (GTT).

“Persoalan ini mungkin perlu bagaimana strategi paslon dalam meningkatkan kesejahteraan mereka dan bantuan kepada sekolah swasta tersebut,” ujarnya.
Pihaknya berharap paslon terpilih nantinya perlu ada strategi untuk membantu utamanya SMK Yayasan Bangsa supaya menjadi perhatian pemerintah.
“Selama ini tidak ada perhatian pemerintah kabupaten maupun provinsi kepada SMK Anak Bangsa, padahal semua biaya gratis,” sambung Khalid.
Keberadaan Yayasan SMK Anak Bangsa sangat membantu masyarakat Kab.Loteng dikarenakan para murid tidak dipungut biaya. Biaya pembangunan saja di SMA milik pemerintah lumayan banyak hingga berjumlah jutaan rupiah.

“Antara lain yakni biaya baju, biaya pembangunan, dan lain sebagainya, Ingat sekolah Yayasan Anak Bangsa ikut juga ikut andil dalam meningkatkan SDM diloteng,” tambahnya.

Terakhir disampaikan, sebagai informasi bagi masyarakat yang mempunyai putra dan putri tidak dapat melanjutkan ke jenjang SMA karena terbentur dana, silahkan mendaftar di SMK Anak Bangsa yang memberikan peluang untuk bisa bersekolah melanjutkan pendidikan di sekolah setingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

“Terlebih mengingat SMK Yayasan Anak Bangsa, tanpa dipungut biaya alias gratis,” imbuhnya. (ang)

Bagikan Berita

Share this post