Lombok Utara, suararinjani.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali menggelar debat calon bupati dan wakil bupati Lombok Utara tahap kedua di Medana Bay Marina Hotel, Rabu malam (13/11). Debat ini mempertemukan tiga pasangan calon (paslon) yang terdiri dari nomor urut 1 Najmul-Kusmalahadi, nomor urut 2 Danny-Zaki, dan nomor urut 3 Muchsin-Junaidi, dengan tema “Percepatan dan Pemerataan Pembangunan.”
Pada debat tersebut, pasangan nomor urut 3, Dr. Muchsin dan Junaidi, menonjolkan visi mereka untuk mempercepat pembangunan yang merata di seluruh Lombok Utara. Muchsin, yang merupakan salah satu kandidat yang cukup dikenal di daerah tersebut, memberikan kritik tajam terhadap dua paslon lainnya. Ia menilai bahwa kedua pasangan yang pernah menjabat sebagai kepala daerah belum berhasil membawa Lombok Utara menuju arah yang lebih baik, khususnya dalam hal pemerataan pembangunan.
Dr. Muchsin juga memperkenalkan program unggulan yang disebut KPK (Kartu Pencari Kerja), yang bertujuan untuk memberikan solusi bagi pengangguran di Lombok Utara.
Program ini bertujuan untuk mempermudah pencari kerja mendapatkan informasi lapangan pekerjaan dan pelatihan keterampilan guna memperkuat sumber daya manusia di daerah tersebut.
Dalam debat tersebut, Muchsin dan Junaidi menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan yang tidak hanya berdasarkan kepentingan kroni, tetapi juga mencakup seluruh elemen masyarakat tanpa melihat status.
“Kami bertekad membangun Lombok Utara dengan cara yang adil dan merata, agar semua warga merasakan manfaatnya,” ujar Muchsin saat menjelaskan program-program prioritas mereka.
Debat terakhir ini menjadi ajang penting bagi ketiga paslon untuk memperkenalkan visi, misi, serta program kerja mereka kembali, dengan harapan dapat menarik perhatian pemilih menjelang Pemilihan Bupati Lombok Utara. (*)