Ketua DPRD Dompu Desak Eksekutif Selesaikan Pemanfaatan Dam Tanju dan Dam Mila

Ketua DPRD Dompu Desak Eksekutif Selesaikan Pemanfaatan Dam Tanju dan Dam Mila

Dompu suararinjani.com – Jaringan irigasi Bendungan Tanju dan Bendungan Mila dipertanyakan. Bendungan potensial yang menelan biaya ratusan miliar tersebut, disinyalir mangkrak alias belum tuntas dikerjakan dari segi teknis.

Sejatinya bendungan raksasa ini menjadi satu sistem irigasi tehnis yang utuh dalam menyalurkan persawahan yang ada di Kecamatan Manggelewa pada umumnya.

Akibatnya, kondisi terkini, proyek jaringan irigasi yang berlokasi di Rababaka Kompleks (areal Tanju Kiri ) jalan lahan Desa Tanju , menuju lahan Mada Landi, sampai tembusan dekat kantor Camat Manggelewa, belum bisa difungsikan pemanfaatannya untuk pengairan masyarakat.

Ketua DPRD Dompu Ir. Mutakun mendesak eksekutif yang berwewenang untuk segera menyelesaikan asas manfaat yang berkaitan optimalisasi pemanfaatan irigasi Desa Tanju yang dimaksud.

“Dalam konteks kegiatan jaringan irigasi bahwa, iragasi yang ada hanya terlihat ketebalan lumpur, sehingga air sudah di bendung,” katanya saat dikonfirmasi Kamis (06/03).

Dari segi lain, lanjut Mutakun, DPRD yang memiliki fungsi kontrol atas persoalan ini, mengatensi masyarakat mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara 1 NTB, agar segera menindaklanjuti guna merajut irigasi tersebut, sehingga bisa dirasakan asas manfaatnya untuk masyarakat.

“BWS jangan asal tutup mata atas persoalan ini, karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat banyak. Terutama selain untuk pertanian dan juga sebagai sumber air baku dari DAM Mila menuju DAM Tanju, untuk menabung air besar, lalu dialirkan kelahan pertanian,” tegasnya.

Karena sampai bertahun lamanya, masyarakat masih menunggu realisasi pemanfaatannya. Atas dasar informasi keluhan keluhan masyarakat, agar Dam Tanju dan Dam Mila sejatinya dapat di manfaatkan, pungkas Mutakun.

Terpisah, Gatot Gunawan, mengutarakan, dalam membahas sosialisasi dan rencana rehabilitasi dan DED saluran irigasi Dam Tanju yang sumber airnya berasal dari bendungan Dam Tanju yang telah selesai pembangunannya beberapa tahun lalu, kini masih meninggalkan masalah.

Sumber air di bendungan belum dialirkan melalui jaringan irigasi yang sudah terbangun, namun belum pernah di fungsikan. Sebab hingga saat ini, jaringan irigasi yang dimaksud, belum tuntas semuanya dikerjakan.
“Seharusnya menjadi satu sistim irigasi tehnis yang utuh, dalam menyalurkan persawahan yang ada di Kecamatan Manggelewa pada umumnya,” ketusnya.

Proyek raksasa yang menghabiskan anggaran negara ratusan miliar ini, yang seharusnya meningkatkan penghasilan ketahanan pangan dari satu kali menjadi dua,tiga kali setahun, akan tapi
terkait tehnis irigasinya, masih belum di fungsikan. Bersambung edisi mendatang. (ML)

Bagikan Berita

Share this post