Lombok Tengah, suararinjani.com – Na’as, kecelakaan lalulintas (lakalantas/out of control) kembali terjadi di wilayah hukum Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggra Barat (Kab.Loteng, Prov.NTB) kembali terjadi kali ini menimpa kendaraan roda empat jenis pick-up di jalur Jurang Ripin berakibat menelan 5 korban jiwa dan 12 orang korban lainnya mengalami luka serius.
Belasan korban merupakan rombongan warga yang ikut nyongkolan, sebagian besar berasal dari Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Kab.Loteng. Musibah lakalantas ini tepatnya terjadi di Jalan Umum Jurang Ripin, Desa Barebali, Kecamatan Batukliang, Kab.Loteng, sekitar Pukul 19.00 Wita, pada Minggu (20/04).
Kasat Lantas Polres Loteng, AKP Puteh Rinaldi, dalam keterangannya menjelaskan, bahwa kecelakaan tersebut diduga laka tunggal kendaraan roda empat jenis pick up Daihatsu Grand Max dengan Nomor Polisi (Nopol) DR. 8377 SK. Kendaraan tersebut membawa sebanyak 16 (enam belas) penumpang dan datang dari arah utara menuju selatan.
Sesampainya di depan SMPN 5 Barebali, kendaraan mengalami hilang kendali dan menabrak pembatas jalan (deker). Sehingga berakibat kendaraan tersebut melintang di badan jalan dengan posisi bagian depan menghadap ke arah barat.
“Akibat kejadian tragis ini, na’as empat orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara dua belas lainnya mengalami luka-luka cukup serius dan telah dilarikan ke RS Yatofa Bodak guna mendapatkan perawatan medis,” jelas AKP Puteh Rinaldi.
Adapun kendaraan yang mengalami lakalantas dikemudikan oleh korban meninggal dunia atas nama Supriadi, 30 Tahun, Laki-laki warga beralamat Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Kab.Loteng. Dan penumpang 3 orang korban yang juga meninggal dunia serta warga dengan alamat sama dengan pengemudi (Supriadi) masing – masingnya diketahui bernama Srianah, Perempuan, 35 Tahun, Mukminah, Perempuan, 40 Tahun, Nuraini, Perempuan, 40 Tahun.
“Sayangnya, salah satu korban ikut meninggal dunia adalah bocah laki – laki berusia 4 tahun atas nama Raihan. Dan Supriadi selaku supir kendaraan inipun juga ikut meninggal dunia,” terangnya.
Tidak lupa juga oleh pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan mobil bak terbuka sebagai sarana mengangkut orang karena tidak memiliki standar keselamatan. Dikarenaman, tidak lain mobil bak terbuka diperuntukan untuk mengangkut barang bukan angkutan orang.
“Kami terus mengingatkan bahwa mobil bak terbuka tidak memiliki standar keselamatan bagi penumpang. Ini sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal sebagaimana yang terjadi hari ini. Sebab itu sangat kami harapkan kepada semua warga masyarakat supaya patuhi semua peraturan demi keselamatan bersama di jalan raya” tegasnya.
Satlantas Polres Lombok Tengah saat ini masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut guna mengetahui secara lebih mendalam apa penyebab kecelakaan fatal tersebut bisa terjadi. (ang).