Mataram suararinjani.com – Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, menghadiri tasyakur Hari Jadi (HADI) Ke 72 organisasi Nahdlatul Wathan (NW) di Hotel Lombok Raya Mataram Kamis (30/04).
Dalam sambutannya Nusron Wahid, menyampaikan selamat atas Hari Jadi NW ke 72.
“Saya yakin bahwa NW bisa merayakan hari jadi hingga ke-72 ini dikarenakan NW memiliki asa, barokah dan kemanfaatan untuk umat manusia yang diberikan oleh Allah SWT melalui wasilah kepada muasisnya (pendiri) yaitu Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid”, ucap Nusron.

Nusron menyampaikan tugasnya sebagai pejabat negara saat ini yaitu memperkuat ketahanan pangan. Tanah-tanah yang sudah dikuasai lebih dari 5 hingga 10 tahun yang tidak digunakan akan dicabut ijinnya dan selanjutnya pihak ATR/BPN akan berdiskusi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) dan berharap petani atau pengusaha NW bersedia untuk menanam tanah tersebut dengan tujuan agar ada keadilan dan pemerataan.
“Ini sebagai bukti bahwa pemerintahan dibawah bapak Presiden Prabowo Subianto mempunyai komitmen yang kuat untuk mengatasi kemiskinan dan mengurangi kesenjangan ekonomi serta menciptakan keadilan di seluruh wilayah Republik Indonesia,” tandasnya.
Kata Nusron, Indonesia ini negara besar, di dalam Indonesia mayoritas umat Islam dan dalam bangunan umat Islam itu di dalamnya ada NW, oleh karna itu NW tidak boleh ditinggal dalam gerbong pembangunan bangsa Indonesia.
“Kami sudah MoU dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), PB Mumammadiyah, Persatuan Islam (PERSIS), Persatuan Umat Islam (PUI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jika PBNW ingin berpartisipasi alhamdullilah saya sangat senang hati”, ungkap Nusron Wahid dalam ribuan jemaah NW yang hadir.
Terakhir, Nusron Wahid memberikan instruksi kepada Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi NTB Lutfi Zakaria untuk mencari informasi terkait tanah yang terlantar dan Hak Guna Usaha (HGU) yang ijinnya telah habis di Provinsi NTB, agar dapat segera dilakukan redistribusi (proses penataan ulang) kepada warga NW. (sr)