Infrastruktur Air PDAM Sumbawa Butuh Perbaikan, Perumdam Batulante Berjuang

Infrastruktur Air PDAM Sumbawa Butuh Perbaikan, Perumdam Batulante Berjuang

Sumbawa Besar suararinjani.com – Infrastruktur air PDAM di Sumbawa yang sudah tua dan rusak parah menyebabkan pelayanan air PDAM kepada masyarakat menjadi tidak optimal. Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Batulanteh, H. Abdul Hakim, mengungkapkan bahwa hampir semua infrastruktur air PDAM sudah terlalu lama tidak pernah dilakukan rehab, sehingga berdampak pada kualitas dan kuantitas air yang disalurkan kepada masyarakat.

“Pada tahun 2023, Perumdam Batulante mendapat anggaran rehab sebesar 5 miliar untuk rehab Intik Semongkat dan pipa transmisi. Namun, sekarang giliran instalasi pengolahan air yang perlu direhab. Instalasi pengolahan air tersebut dibangun pada tahun 1997 dan belum pernah direhab sejak itu,” ungkap H. Abdul Hakim dalam wawancara dengan Suara Rinjani, Jum’at (15/05).

H. Abdul Hakim menjelaskan bahwa aset instalasi pengolahan air masih milik Kementerian PUPR dan belum diserahkan kepada Perumdam Batulante. Oleh karena itu, Perumdam Batulante berharap pemerintah pusat dapat merealisasikan usulan mereka untuk memperbaiki infrastruktur air PDAM di Sumbawa.

Masalah air PDAM tidak hanya disebabkan oleh infrastruktur yang sudah tua, tetapi juga oleh penggunaan mesin penyedot yang tidak terkendali. Perumdam Batulante berencana untuk menertibkan penggunaan mesin penyedot dengan melibatkan semua pihak termasuk kepolisian dan kejaksaan.

Dalam upaya meningkatkan kinerja kerja PDAM, H. Abdul Hakim telah melakukan beberapa perubahan signifikan selama menjabat sebagai direktur Perumdam Batulante. Perubahan tersebut antara lain peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, penggabungan beberapa cabang untuk lebih efisien dalam hal pengeluaran anggaran, dan pelengkapan peralatan kerja dengan mesin dan teknologi.

Selain itu, Perumdam Batulante juga telah memperbaiki sistem pelayanan dan pembayaran online, sehingga masyarakat dapat lebih mudah melakukan pembayaran dan mengakses layanan PDAM. Sistem pelayanan online ini juga memungkinkan masyarakat untuk melakukan pengaduan secara online dengan lebih mudah dan transparan.

H. Abdul Hakim menambahkan bahwa penggunaan mesin penyedot dapat menyebabkan tekanan air menjadi tidak merata dan merugikan perusahaan. Oleh karena itu, Perumdam Batulante berharap masyarakat dapat memahami pentingnya menghemat air dan tidak menggunakan mesin penyedot.

Dengan upaya perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan, Perumdam Batulante berharap dapat meningkatkan kepuasan masyarakat dan memberikan pelayanan air PDAM yang lebih baik. Perumdam Batulante juga berharap pemerintah pusat dapat merealisasikan usulan mereka untuk memperbaiki infrastruktur air PDAM di Sumbawa, termasuk pergantian pipa distribusi utama di jalur akses ke Bendungan Beringin Sila dan penambahan sambungan rumah di tiga kecamatan.

Perumdam Batulante berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperbaiki infrastruktur air PDAM di Sumbawa. Dengan kerja sama antara pemerintah pusat, Perumdam Batulante, dan masyarakat, diharapkan masalah air PDAM di Sumbawa dapat teratasi dan masyarakat dapat menikmati pelayanan air PDAM yang lebih baik. (bgs)

Bagikan Berita

Share this post