Hadapi Porprov NTB 2026, Komisi IV Sarankan KONI Intens Koordinasi Cabor

Hadapi Porprov NTB 2026, Komisi IV Sarankan KONI Intens Koordinasi Cabor

Lombok Tengah, suararinjani.com – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lombok Tengah (DPRD Kab.Loteng) sarankan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kab.Loteng agar mengurangi agenda kegiatan yang tidak penting dan lebih memperbanyak pembinaan sekaligus intens berkoordinasi dengan semua Cabang Olahraga (Cabor) yang ada di daerah.

Guna menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat (Porprov NTB) 2026 mendatang, berbagai persiapan dan langkah strategis tentunya harus segera dilakukan pihak KONI Kab.Loteng. Dimana hal itu penting untuk dilakukan demi mempersiapkan atlit-atlit yang akan mewakili Kab.Loteng.

Adapun Porprov adalah ajang multi cabang olahraga yang dilaksanakan secara reguler setiap empat tahun sekali di tingkat provinsi. Porprov bertujuan untuk menjaring atlet berbakat dan meningkatkan prestasi olahraga di tingkat provinsi maupun nasional.

Lebih detailnya, Porprov merupakan kegiatan kompetisi olahraga yang melibatkan berbagai cabang olahraga dan diikuti oleh tim-tim dari berbagai kabupaten/kota dalam satu provinsi. Porprov juga berfungsi sebagai ajang seleksi atlet untuk persiapan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) dan bahkan kejuaraan olahraga tingkat internasional.

Ketua Cabor Futsal yang sekaligus juga sebagai salah satu anggota Komisi IV DPRD Kab.Loteng yang membidangi olahraga, Adi Bagus Karya Putra menyatakan, pihaknya membenarkan saat ini seharusnya KONI Loteng sudah mulai memikirkan berbagai persiapan menghadapi Porprov NTB tahun 2026 mendatang. Pembinaan dan langkah strategis lainnya dalam rangka untuk mempersiapkan atlit-atlit melalui masing-masing Cabor tentu harus mulai dilakukan.

“Kita mendorong KONI melaksanakan langkah koordinasi rutin dengan para ketua Cabor. Mengingat tahun depan agenda Porprov,” ungkapnya, Selasa (20/05).

Porprov diadakan secara rutin di setiap provinsi di Indonesia dan menjadi ajang penting untuk mempromosikan olahraga serta mempererat persatuan dan kesatuan antar daerah dalam provinsi. Sehingga koordinasi dan pembinaan Cabor dianggap penting untuk segera dilakukan pengurus KONI yang baru dilantik sebagai langkah strategis menghadapi Porprov NTB 2026.

Tidak kemudian diawal kegiatan kepengurusan justru membentuk program-progran yang tidak jelas jelas seperti sistem KOK yang justru dampaknya tidak baik antar Cabor yang ada.

“Kenapa kita harus fokus ke program-program tambahan yang tidak jelas, mari lebih baik kita fokus hadapi Porprov 2026,” tegasnya.

Menurutnya, target raihan prestasi pada Porprov dimasing-masing Cabor sudah jelas serta sudah disepakati bersama. Dan agenda Porprov ini tentu menjadi tolak ukur kepengurusan KONI periode Sekda Loteng L Firman Wijaya.

“Itu makanya mari kita fokus sama Cabor saja, baiknya sudah ada agenda kerja jangka pendek dan menengah untuk persiapan Porprov. Waktu sudah tidak banyak lagi,” tandasnya.

Selain itu, menurutnya yang tidak kalah penting saat ini kendala dibeberapa Cabor yang membutuhkan infrastruktur seperti lapangan sebagai tempat melakukan latihan. Tentu tanpa dukungan fasilitas infrastruktur yang memadai mustahil Cabor bisa mempersiapkan atlit yang mampu berdaya saing nantinya.

“Bagaimana kami Cabor bisa mempersiapkan atlit handal jika tidak didukung fasilitas yang memadai,” tambahnya.

Sebab itu, kendala-kendala yang dihadapi Cabor tentu perlu untuk segera diketahui pengurus KONI yang baru saja terbentuk. Dengan harapan, melalui koordinasi inten yang dilakukan bersama Cabor tentu sebagai dasar KONI untuk menindak lanjuti setiap aspirasi yang masuk ke Dispora Loteng.

“Sekalipun ada fasilitas yang tersedia saat ini, itu juga masih jauh dari standar. Untuk itu, harapannya kedepan KONI juga sampaikan persoalan ini ke Dispora,” harapnya.

Mengatasi kendala lapangan, pihaknya berharap agar lapangan Bundar Praya sebelah barat yang masih luas bisa dimaksimalkan. Dilokasi itu bisa saja dijadikan sebagai lintasan lari mengelilingi GOR, buat lapangan Basket Out Door standar, lapangan Voli, Sepatu Roda, dan fasilitas olahraga lainnya.

“Sehingga saya berharap agar program jangka pendek ini fokus kita disitu dulu, tidak kemudian fokus membentuk KONI Kecamatan atau lainnya yang justru tidak berfeadah untuk kemajuan olahraga Loteng kedepan,” tutupnya.(ang)

 

Bagikan Berita

Share this post