Inovasi “Jamu Kuat”, Model Sanitasi Sehat dari Lombok Utara untuk Indonesia

Inovasi “Jamu Kuat”, Model Sanitasi Sehat dari Lombok Utara untuk Indonesia

Keterangan foto: Nampak warga bergotong-royong membuat MCK implementasi dari program Jamu Kuat.(Deki/Suara Rinjani)

Lombok Utara, suararinjani.com – Bencana gempa bumi Lombok, khususnya Lombok Utara pada Agustus 2018 lalu meninggalkan banyak cerita pilu, termasuk rusaknya infrastruktur dasar seperti kamar mandi dan jamban di wilayah terdampak. Akibatnya, masyarakat di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, kembali terbiasa melakukan Buang Air Besar (BAB) di sungai, sawah, atau tempat terbuka lainnya. Kondisi ini memicu munculnya berbagai penyakit seperti diare, yang mengancam kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.

Menjawab tantangan ini, Puskesmas Kayangan mencetuskan sebuah inovasi yang sederhana namun revolusioner: Jamu Kuat atau Jamban Murah Keluarga Sehat. Inovasi yang dilaunching pada akhir tahun 2023 oleh Bupati Lombok Utara, Djohan Sjamsu, kemudian tetap dilanjutkan pada bupati Najmul Akhyar sekarang. Ini menjadi salah satu bentuk edukasi langsung untuk mendorong perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Tidak hanya efektif mengatasi masalah sanitasi, program ini juga membawa harum nama Lombok Utara dengan menjadi Juara 1 Nasional di ajang Innovative Government Award (IGA) 2023, yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Kepala Puskesmas Kayangan,Sabri, menjelaskan bahwa ide ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk memberikan solusi murah dan efektif kepada masyarakat yang kesulitan membangun kembali fasilitas sanitasi.

“Dengan modal Rp500 ribu, masyarakat bisa membuat jamban yang sesuai standar kesehatan. Ini adalah hasil dari dorongan kami kepada staf agar berinovasi. Kami bertanya, ‘Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu masyarakat secara nyata?’,” ujar Sabri (01/05).

Sementara, Hairul Sastrawan, staf puskesmas yang menjadi pencetus ide ini, menjelaskan bahwa nama “Jamu Kuat” dipilih agar mudah diingat oleh masyarakat.

“Nama ini membuat orang penasaran. Harapannya, mereka tidak hanya ingat tetapi juga termotivasi untuk memiliki jamban yang sehat,” jelas Hairul.

Pasca-gempa, lanjut Hairul, banyak warga kehilangan jamban mereka, sementara kebutuhan mendesak lainnya membuat mereka tidak memprioritaskan pembangunan ulang fasilitas tersebut.

“Kondisi ini membuat penyakit seperti diare dan infeksi lain merajalela. Melalui inovasi ini, kami memberikan solusi sederhana yang bisa langsung diterapkan,” tambahnya.

Keberhasilan program Jamu Kuat tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Kayangan. Inovasi ini juga mendapat pengakuan nasional dengan menjadi Juara 1 dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2023. Penghargaan ini menempatkan Lombok Utara sebagai pelopor dalam solusi sanitasi murah dan efektif yang berbasis kebutuhan lokal.

“Penghargaan ini menunjukkan bahwa ide sederhana yang berakar dari kebutuhan masyarakat dapat memberikan dampak besar, bahkan hingga tingkat nasional,” kata Hairul.

Menurutnya, pengakuan ini menjadi motivasi bagi tim Puskesmas Kayangan untuk terus menciptakan program-program inovatif lainnya.

Selain itu, keberhasilan program Jamu Kuat telah menarik perhatian berbagai lembaga kemanusiaan, baik dalam maupun luar negeri. Beberapa lembaga tersebut melakukan studi langsung ke Kayangan untuk mempelajari prototipe jamban murah ini.

“Mereka tertarik karena konsepnya sederhana, biayanya murah, tetapi dampaknya sangat besar. Bahkan, ada yang sudah berencana mengadopsi model ini untuk diterapkan di wilayah lain di Indonesia,” ungkap Hairul.

Kolaborasi ini membuka peluang besar untuk memperluas dampak Jamu Kuat ke daerah-daerah yang masih menghadapi masalah serupa.

“Kami bangga bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain. Harapannya, inovasi ini bisa membantu lebih banyak orang,” tambah Sabri.

Keberhasilan Jamu Kuat tidak terlepas dari dukungan penuh pemerintah desa. Kepala Desa Kayangan, Edi Kartono, menyatakan bahwa program ini membawa perubahan besar.

“Sebelumnya, banyak warga yang tidak memiliki jamban layak. Dengan adanya Jamu Kuat, kini hampir 90 persen masyarakat memiliki jamban sehat,” ujarnya.

Edi menambahkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi juga meningkat tajam. Sosialisasi yang dilakukan oleh Puskesmas Kayangan secara terus-menerus membantu masyarakat memahami pentingnya tidak membuang air besar sembarangan.

Lebih dari sekadar solusi sanitasi, Jamu Kuat membawa efek domino yang positif. Kesadaran masyarakat terhadap PHBS meningkat, angka penyakit yang disebabkan oleh sanitasi buruk menurun, dan desa-desa di Kecamatan Kayangan menjadi model percontohan bagi daerah lain.

Inovasi ini menunjukkan bahwa solusi lokal yang sederhana dapat memberikan dampak besar, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional. Dengan menjadi model yang ditiru oleh lembaga lain, Jamu Kuat tidak hanya membantu masyarakat Lombok Utara tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan Indonesia yang lebih sehat dan bersih. (deq)

Bagikan Berita

Share this post