354 Mahasiswa IAIH NW Lotim Diwisuda, Ini Pesan Rektor

354 Mahasiswa IAIH NW Lotim Diwisuda, Ini Pesan Rektor

Lombok Timur, SR – Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Nahdlatul Wathan (NW) Lombok Timur, menggelar Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana S1 angkatan XXV di Pelataran Auditorium Ummuna Hj. Siti Raihanun Zainuddin Abdul Majid, kampus setempat, Sabtu (26/11). Sebanyak 354 mahasiswa dari tiga fakultas dikukuhkan jadi sarjana yang disaksikan kedua orang dan dan keluarganya.

Adapun wisudawan terbaik, sesuai dengan Surat Keputusan Rektor IAI Hamzanwadi NW Lotim mengambil 10 wisudawan terbaik, yaitu wisudawan terbaik 1 diraih oleh Endang Muliani, jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan IPK : 3,81, disusul M. Sabilal Muhtadin, jurusan Muammalah dengan IPK : 3,79, di posisi ke dua dan posisi ketiga, Nurul Fitriani Rahmatullah, jurusan Muamalah dengan IPK : 3,77. Selanjutnya, Siti Alawiaturra’i, jurusan Mu’ammalah, dengan IPK : 3,75, Sawaludin, jurusan PBA IPK : 3,74, Abdul Hafiz Kahirudin jurusan KPI dengan IPK : 3,74, Nur Hidayatussyifa’, jurusan Mu’ammalah, IPK : 3,74, Faridatullailiss Mayani, jurusan AS dengan IPK : 3,73, M. Samsir, jurusan KPI dengan IPK : 3,73 dan Rabiatul Adawiyah, jurusan Mu’amalah dengan IPK : 3,73.

Dalam pidatonya, Rektor IAIH NW Lotim TGKH. L. Gede Muhammad Zainuddin Atsani, menyampaikan selamat dan apresiasi kepada para peserta wisuda, yang telah berhasil menyelesaikan study di kampus IAI Hamzanwadi NW Lombok Timur. Para Wisudawan pada tahun ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, dengan memberikan contoh yang baik pada lingkungan mereka masing-masing. “Tetaplah berarti di mana saja kalian nanti,” pesannya.

Rektor juga menyampaikan, mahasiswa yang selesai dan ikut diwisuda pada tahun ini menandakan mereka telah memiliki kesiapan untuk berkiprah di tengah-tengah masyarakat. “Makna penting dari wisuda adalah “siap sedia” untuk kembali kepada masyarakat, dimana mereka datang. Wisuda bermakna siap sedia kembali ke masyarakat,” tandasnya.

Rektor IAIH NW Lotim berharap, agar para wisudawan bisa menjadi sarjana yang saujana. Sarjana menurut pandangan beliau, adalah para cendikiawan yang siap berbuat dengan bekal pengalaman dan pandangan yang luas, berperilaku terbuka, dan memiliki visi yang jelas.

“Kalian harus menjadi sarjana yang saujana, sarjana berarti kalian adalah cendikiawan yang memiliki pandangan luas, berperilaku terbuka dan visioner, tidak lengah, tidak berkeluh kesah, dan tetap memiliki semangat menghadapi kehidupan yang baru,” imbuhnya.

Sebagai salah satu PTKAIS di Nusa Tenggara Barat, lanjutnya, IAI Hamzanwadi NW Lombok Timur selalu bersiap menyukseskan program pemerintah baik pusat, provinsi ataupun kabupaten, dalam bidang pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan langkah IAIH NW Lotim yang terus berinovasi dan melakukan pembenahan dari seluruh aspek akademik.

“IAIH NW Lotim, akan membuka program studi baru yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Hal tersebut sebagai upaya kampus untuk memberikan solusi kepada lulusan, agar tidak kualahan berkompetisi dengan kompetitor lain, terutama para angkatan kerja yang dikeluarkan oleh kampus-kampus lainnya di Nusa Tenggara Barat,” tandasnya.

Dari inovasi-inovasi yang dilakukan IAIH NW Lotim, membuatnya sebagai salah satu kampus dengan jumlah mahasiswa terbanyak. Dalam lima tahun terakhir ini rata-rata-rata mahasiswa baru yang masuk di IAI Hamzanwadi NW Lotim berjumlah 1200 mahasiswa.

“Sebagai lembaga perguruan tinggi, IAIH NW Lotim terus berbenah dan sudah mendapat engakuan dari masyarakat luas, hal ini dibuktikan dengan juumlah mahasiswa baru 5 tahun terkahir ini mengalami peningkatakan cukup signifikan, bahkan dua tahun ini di atas 1000 lebih mahasiswa baru kita,” pungkasnya.

Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Zulkieflimansyah, mengawali sambutannya juga menyampaikan selamat kepada para wisudawan dan para wali mahasiswa.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengucapkan selamat kepada para wisudawan, dan para wali mahasiswa yang sedang berbahagia atas diwisudanya putra-putri kita,” ujar Gubernur.

Pada kesempatan itu, Bang Zul, sapaan akrabnya, menyampaikan wisuda bukan sekedar acara untuk menyambut kebahagiaan karna sudah menyelesaikan studi. Lebih dari itu, disebutkan Bang Zul, wisuda adalah pelepasan untuk kembali berkhidmat.

Bang Zul memesankan kepada para wisudawan, setelah empat tahun mahasiswa belajar di bangku kuliah, mereka akan kembali kepada masyarakat untuk membuktikan kemampuan mereka selama berada diperguruan tinggi.

Perkhidmatan mahasiswa setelah wisuda, merupakan harga diri bagi mahasiswa dan lembaga perguruan tinggi, dimana dalam pandangan Bang Zul, baik dan buruknya nilai mahasiswa setelah wisuda, juga akan menjadi nilai bagi kampus tempat mereka belajar.

“Acara wisuda ini bukan hanya sekedar acara, tapi melepas saudara dan saudari semua kepada masyarakat untuk berkhidmat,” kata Bang Zul.

Acara wisuda IAIH NW Lotim diisi orasi ilmiah disampaikan Dr Slamet Wahyudi, Anggota Dewan Eksekutif BAN PT dengan tema ‘Roadmap Pengembangan PT Melalui Akreditasi Unggul’.

Hadir dalam acara tersebut, Kopertais Wilayah VI UIN Mataram, Rois ‘Am Dewan Musytasyar PB NW selaku Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Ummuna Hj. Siti Raihanun Zainuddin Abdul Majid, para Masyaikhul Ma’had Darul Qur’an Wal-Hadits, Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Zulkieflimansyah,  dan sejumlah Kepala OPD Provinsi NTB. (vin)

Bagikan Berita

Share this post