Jakarta, suararinjani.com – Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, TGKH Lalu Gde Muhammad Zainuddin Atsani, menilai Cawapres Gibran Rakabuming Raka, tampil mengesankan pada debat pertama calon wakil presiden (Cawapres) di Jakarta Convention Center (JCC), pada Jumat malam (22/12.)
“Gibran tampil mengesankan dan sekalgus menjawab menjawab keraguan publik terkait kemampuannya sebagai calon wakil presiden (Cawapres),” ungkap TGKH Zainuddin Atsani melalui WA setelah debat berakhir.
Menurut Ketua Umum PBNW ini, Gibran bahkan acap kali melontarkan kalimat dan pertanyaan yang sukar dijawab, utamanya soal State of the Global Islamic Economy (SGIE), dan celetukan-celetukan soal Ibu Kota Negara (IKN).
“Selama ini kita saksikan diberbagai media sosial, bahwa para pendukung calon lain selalu meremehkan kemampuan Mas Gibran. Tentunya, apa yang kita saksikan semalam adalah salah satu jawaban telak atas semua keraguan dan underestimate para pendukung calon yang lain terhadap mas Gibran,” tegasnya.
Menurutnya, Gibran unggul dalam segala hal, dari penguasaan materi, statement yang dilontarkan tidak ada keraguan sedikit pun yang tampak saat Gibran menyampaikan gagasan serta jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dari cawapres lain.
“Untuk itu, Insya Allah, program-program nyata dari Bapak Prabowo dan Mas Gibran khususnya dalam bidang ekonomi kerakyatan, ekonomi digital dan perpajakan yang disampaikan tadi malam akan menjadi ruh dalam melanjutkan program-program yang telah dicanangkan oleh Bapak Jokowi,” tandasnya.
Dalam debat Cawapres tadi malam, maulansyaikh Atsani, mengatakan secara overall semua calon tampil baik dan elegan. Salah satu poin yang dia apresiasi, tidak ada cawapres yang melayangkan pertanyaan dan pernyataan hoaks serta menyerang pribadi.
“Apa yang dipertontonkan oleh ketiga cawapres semalam bagus sekali dalam rangka membangun iklim demokrasi Indonesia yang sehat,” katanya.
TGKH Zainuddin Atasni menegaskan, seluruh warga NW di belahan dunia akan terus mendoakan pasangan Prabowo-Gibran menang satu putaran.
Hal ini kata dia, demi terciptanya kerukunan hidup berbangsa dan bernegara, kelancaran proses pembangunan yang sedang berlangsung serta demi penghematan uang negara.
“Pada prinsipnya Pak Prabowo dan Mas Gibran adalah pribadi yang kongkret. Bukan pribadi yang suka mengumbar citra tanpa ada bukti nyata. Bukan pribadi yang suka mengumbar narasi basi dengan menyudutkan pasangan lain. Jangan sampailah kita mau dipecah-belah lagi dengan segala macam isu SARA,” pungkasnya.(*)