Dirjen SDPPI Kemenkominfo Beri Kuliah Umum Pada Mahasiswa dan Santri NW

Dirjen SDPPI Kemenkominfo Beri Kuliah Umum Pada Mahasiswa dan Santri NW

Lombok Timur SR – Direktorat Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia memberikan Kuliah Umum kepada mahasiswa dan santri Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Kamis, (16/06).

Kuliah umum yang diikuti oleh 500 orang peserta ini dipusatkan di Aula Majelis Dakwah Hamzanwadi II mengangkat tema tentang ‘Bijak Memanfaatkan Perangkat Telekomunikasi di Lingkungan Pondok Pesantren Untuk Mendukung Transformasi Digital’.

Dalam pemaparannya, Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (DPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Dr. Ismail menjelaskan, penggunaan perangkat telekomunikasi (telepon seluler, laptop, komputer) telah menjadi bagian dari hidup generasi zilineal (Gen Z dan Milenial).

“Penelitian di tahun 2019 menunjukkan bahwa 94,4% milenial Indonesia telah terkoneksi dengan internet melalui berbagai perangkat telekomunikasi,”ungkapnya.

Lanjutnya, penggunaan perangkat telekomunikasi harus bijak, contohnya dalam mengakses internet, harus pandai memilah antara informasi yang bermanfaat dengan yang tidak bermanfaat tandasnya

“Selain itu harus berhati-hati dalam menerima atau menyebarkan berita/informasi hoax, yaitu informasi yang tidak benar tapi dibuat seolah-olah benar,”tandasnya.

Masyarakat, katanya, khususnya generasi muda (milenial dan Gen Z) dalam menggunakan perangkat telekomunikasi harus membeli perangkat  yang legal, yaitu yang sudah memiliki sertifikat dari Ditjen SDPPI Kemkominfo demi keamanan dan kesehatan kita sebagai penggunanya.

“Seluruh alat/perangkat telekomunikasi  harus melalui proses pengujian di laboratorium untuk mendapat sertifikat sebelum dapat diperjualbelikan di Indonesia,”ujarnya.

Di era transformasi digital, katanya lagi, kecakapan dan literasi digital penting dimiliki oleh generasi Milineal dan Generasi Z untuk memudahkan dalam bekerja atau memperoleh pekerjaan di masa yang akan datang.

“Peluang pekerjaan bagi para santri diantaranya membuat aplikasi yang memberi solusi dalam mempermudah pekerjaan,” imbuhnya.

“Pemerintah sedang melakukan penyiapan dan pengembangan SDM (talenta digital), menguatkan ekosistem start-up untuk mendukung digital entrepreneur, dan meningkatkan konektivitas sebagai backbone ekonomi digital,”pungkasnya. (vin)

Bagikan Berita

Share this post