Pimpus Muslimat NW Gelar Karnaval Budaya Sambut Hari Pahlawan

Pimpus Muslimat NW Gelar Karnaval Budaya Sambut Hari Pahlawan

Mataram SR – Pimpinan Pusat (Pimpus) Muslimat Nahdlatul Wathan (NW) menggelar Kirab Budaya dalam rangka menyambut peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November mendatang. Kegiatan tersebut dipusatkan  di Lapangan Sangkareang Kota Mataram, Ahad (06/11).

Ketua Umum Pimpus Muslimat  Musli Hj Lale Syifa’unnufus, menyampaikan bahwa Hari Pahlawan adalah kenangan bagaimana bangsa ini berdiri, bagaimana bangsa ini tegak di antara bangsa-bangsa di dunia. Hari Pahlawan adalah pembuktian bahwa suku bangsa di tanah air adalah kekuatan potensial untuk merdeka dan membangun bangsa. Hari Pahlawan adalah kenangan duka, kenangan luka dalam perjalanan bangsa yang menjadi pemicu untuk kita semakin bersemangat dalam membangun bangsa ini.

“Perempuan sebagai bagian dari kekuatan bangsa akan selalu mengambil peran dalam mengisi kemerdekaan mengisi semangat berjuang dengan mengambil peran dalam berbagai bidang sesuai bakat dan kemampuan. Tak terkecuali Muslimat Nahdlatul Wathan sebagai eksponen penting organisasi Nahdlatul Wathan juga tidak mau ketinggalan merayakannya,” ucap Ummi Syifa panggilan akbrabnya.

Dikatakan Ummi Syifa, selebrasi kebahagiaan sebagai bangsa yang besar terutama bagi bangsa Sasak yang telah dianugerahi salah satu tokohnya sebagai tokoh nasional sekaligus sebagai Pahlawan Nasional kita laksanakan hari ini dalam bentuk tasyakuran berupa karnaval budaya.

“Karnaval budaya pada hari ini menemukan momentumnya sebagai bagian dari peneguhan keberadaan eksistensi Muslimat Nahdlatul Wathan dalam menunjukkan diri sebagai badan otonom di organisasi Nahdlatul Wathan yang mapan, mandiri dan berkualitas,”tegasnya.

Dijelaskan Ummi Syifa, Karnaval budaya adalah simbol kepercayaan diri sebagai perempuan mandiri sekaligus sebagai penegasan bahwa kita adalah bagian dari bangsa yang mengambil peran strategis terutama pada aspek yang dekat dengan dunia perempuan.

“Heroisme tidak hanya milik lelaki demikian juga patriotisme. Heroisme juga telah ditunjukkan oleh perempuan pejuang semisal Cut Nyak Dien, Dewi Sartika RA Kartini dan lainnya,”ungkap Dekan Fak Kesehatan UNW Mataram ini.

Muslimat Nahdlatul Wathan dilahirkan oleh pendiri Nahdlatul Wathan sebagai bagian dari kekuatan laten. Kekuatan laten bermakna bahwa Muslimat NW mengambil peran penggerak, peran sunyi, peran senyap, yang bergerak di belakang layar dalam berbagai event atau kegiatan besar organisasi.

“Muslimat NW selalu siap dalam beragam situasi meskipun dalam kondisi krisis melanda. Muslimat NW telah menjadi bagian terpenting bagi dinamisasi organisasi,”ujarnya. “terakhir, mari kita bacakan al-fatihah untuk Pahlawan Nasional asal Nusa Tenggara Barat yakni Ninikda Almaghfurulah Maulana Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dan para pahlwan lainnya yang telah berjasa kepada bangsa kita,” tutupnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) yang diwakili Sekjend. PBNW Prof. H Fakhrurrazi, memberikan apresiasi kepada Muslimat NW atas inisitif penyelenggaraan Carnaval Budaya menyambut Hari Pahlawan tahun ini.

Menurutnya, karnaval budaya adalah penokohan identitas diri dalam kebersamaan bahwa beragam pemikiran beragam suku, beragam bangsa, beragam cara pandang, gayut dalam kepaduan muslimat Nahdlatul Wathan.NW sebagai sebuah episentrum peradaban kemanusiaan, yang melahirkan salah satu epicentrum peradaban kebangsaan kemanusiaan.

“Terima kasih saya sampaikan kepada seluruh pengurus Muslimat Nahdlatul Wathan di seluruh Indonesia yang telah mengirimkan delegasinya terutama Muslimat Nahdlatul Wathan dari seluruh kabupaten kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ucapnya mengawali sambutannya.

Katanya, bagi Pimpus Muslimat NW bisa berbahagia hati bahwa kekompakan persatuan dan seiring selangkah dalam berjuang di Nahdlatul Wathan pada hari ini kita tunjukkan bersama. “Kita tidak sedang menunjukkan kepada dunia bahwa kita ada, tetapi dunia juga harus tahu bahwa kita sesungguhnya tidak pernah lelah berkarya,” tandasnya.

Prof. Ojik, panggialan akrabnya, juga mengulas singkat bahwa NW dengan peradaban Nahdlatul Wathan Diniyah Isliamiyah (NWDI) sebagai inspirator emansipatoris kaum perempuan Sasak dan perempuan NTB. Nahdlatul Wathan Diniyah Isliamiyah yang bergerak dalam pergerakan dan kebangkitan kaum perempuan Sasak Indonesia, yang lahir saat penjajahan Jepang, dimana kaum perempuan jadi budak, dan eksploitasi kaum penjajah.

“Maka Maulanassyaikh TGKH. M.Zainuddin Abdul Madjid, bangkit melawan penindasan kaum perempuan dengan mendirikan lembaga khusus kaum perempuan. Iulah Madrasah NBDI. Kebangkitan kaum perempuan. 7 dasawarsa NBDI mengisnpirasi kaum muslimat NW. Menginspirasi kaum perempuan Indonesia. Di mana Muslimat NW telah menebar pesona kebangsaan dan keummatan seantero nusantara,”pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Carnaval Budaya, Hj. Masruri Aini, dalam laporannya, menyampaikan kegiatan Karnaval Budaya Muslimat NW dalam ikut menyemarakan Hari Pahlawan 2022. Terlebih salah satu Pahlawan Nasional adalah Pendiri NWDI, NBDI dan NW Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, satu-satunya putra NTB.

“Kegiatan ini serentak dilakukan di seluruh tanah air di mana pengurus Muslimat NW itu berada,”katanya. (vin)

Bagikan Berita

Share this post