Drama Kasus BLUD, Kejari Loteng Temukan Dugaan Pungli

Drama Kasus BLUD, Kejari Loteng Temukan Dugaan Pungli

Lombok Tengah, SR – Penanganan kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, masih terus bergulir.
Dalam kasus yang bergulir sejak 2017 hingga 2022 itu, sementara ini baru ditemukan indikasi kerugian negara sekitar Rp. 700 juta. Pihak Inspektorat Lombok Tengah (Loteng) pun saat ini sedang melakukan audit untuk menghitung kerugian negara terhadap kasus tersebut.
Kasi Pidsus Kejari Loteng, Bratha Hari Putra mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Inspektorat terkait progres audit itu. “Kami diminta untuk melengkapi beberapa item seputaran materi,” katanya, Rabu (27/07) pekan kemarin.
Disampaikan, dalam waktu dekat akan langsung menyerahkan apa saja kekurangan sesuai dengan yang diminta pihak inspektorat. Namun, dalam proses pendalaman kasus dugaan korupsi BLUD, muncul lagi poin kasus pungutan liar atau Pungli. Walaupun demikian, Bratha tidak mengungkap secara gamblang di sektor mana Pungli itu dilakukan.
“Kami tidak tahu nanti apakah Pungli ini masuk dalam satu kasus dengan BLUD atau tidak. Tergantung kesepakatan dengan tim,” ujarnya.
Terhadap kasus BLUD, pihaknya masih melakukan pendalaman dengan menghadirkan beberapa saksi. “Jadi, sampai saat ini kami masih memanggil para saksi untuk dimintai keterangan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Inspektur Inspektorat Loteng, Lalu Aknal mengaku, belum bisa menyampaikan secara pasti perkembangan kasus yang ditangani pihaknya.
“Kasus BLUD itu sedang kami proses dan kami belum bisa sampaikan hasilnya,” singkatnya belum lama ini. (ang)

Bagikan Berita

Share this post