Bupati Lotim Sambut Baik Event Rinjani 100 Ultra

Bupati Lotim Sambut Baik Event Rinjani 100 Ultra

Lombok Timur_SR. Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy menyambut baik Event Rinjani 100 Ultra atau Lari Lintas Alam di Gunung Rinjani, Lombok Timur, NTB. Hal itu disampaikannya pada acara Jumpa Pers di Pendopo Bupati, Rabu (01/06). Event ini merupakan event ke- 7 setelah tertunda selama 3 tahun akibat gempa dan pandemi Covid-19.

Event yang akan berlangsung selama 3 hari itu akan dimulai pada tanggal 3 – 5 Juni dengan route star Belanting – Sambalia dan berakhir di Sembalun. Dari saftar yang di catat panitia, terdapat 756 peserta dari 29 negara yang telah terkonfirmasi mengikuti lomba tersebut.

“Rinjani 100 ini direncanakan sebelum pandemi, alhamdulillah sekarang pandemi Covid-19 menurun drastis artinya bisa menyelenggarakan kegiatan apapun,” ungkapnya.

H. M. Sukiman Azmy menegaskan kesiapan Lombok Timur menyambut para peserta, terlebih sehari sebelumnya Lotim berkesempatan mendapat sertifikasi Eliminasi Malaria.

Enam desa yaitu Sembalun, Sambelia, Pringgabaya, Suela, Montong Gading, dan Jerowaru sebagai daerah endemis telah dinyatakan bebas dari Malaria. Dengan begitu peserta tidak perlu lagi mengkhawatirkan tertular malaria saat berlomba nanti.

Bupati menegaskan Pemda memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut dengan memberikan fasilitas seoptimal mungkin, mulai dari fasilitas kesehatan, hiburan, hingga pendukung lainnya. Bupati berharap kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan aman, tertib dan sukses. Memastikan kesiapan tim Pemda Bupati rencananya akan meninjau langsung lokasi pada Kamis (2/6) dan melepas peserta kategori 162 Km esoknya.

“Hari Jumat saya akan melepas pelari kategori 162 dari Belanting, Kategori ini adalah yang paling bergengsi” ungkapnya.

Race Director Rinjani 100, Florenciano Hendricus Mutter mengurai titik lokasi yang akan dilewati oleh para peserta. Dia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah kendati mengakui para pelari ultra sejatinya terbiasa dengan fasilitas yang minim.

Sementara itu, Founder Rinjani 100, Hendra Wijaya menggambarkan bahwa setiap jalur yang akan dilewati peserta sangat sulit. Tidak saja ketahanan fisik, mental pun diuji dengan waktu lari yang ditentukan 50 jam.

Dari lima kategori yang tersedia, yaitu 162 Km, 119 Km, 75 Km, 36 Km, dan 27 Km, kategori yang paling banyak peminatnya adalah kategori 36 Km dengan jumlah peserta mencapai 400 peserta. Sementara untuk kategori 162 Km hanya diikuti 14 peserta.

Dari aspek Pariwisata event ini disebut Hendra patut dibanggakan karena pesertanya lebih banyak dan umum. Menurutnya, banyak ada banyak pelari dan pendaki gunung yang kemudian tertarik untuk mencoba jalur treking Rinjani. Hal itu tentu akan berdampak pada ekonomi para pelalu Pariwisata setempat.

“Kita patut bangga dengan event ini karena kedepan ini akan berdampak pada kemajuan Pariwisata di NTB terutama Lombok Timur, karena dari pengalaman tahun sebelumnya setelah event ini, banyak pelari dari luar negar yang penasaran”, imbuhnya.

Sementara terkait hadiah, dikatakannya para pemenang nantinya hanya akan mendapatkan medali sebagai sebuah kebanggaan. Mengingat, dari banyaknya route yang dilalui dipastikan akan banyak peserta yang gugur. Sehingga, akan menjadi kebanggaan bagi seorang pelari dengan jarak yang cukup jauh itu jika berhasil membawa medali pulang ke negaranya.

“Mereka pada intinya tidak mengejar hadiah, tapi medali itu sudah sangat cukup sebagai sebuah kebanggaan bagi mereka”, ungkapnya. (Yat)

Bagikan Berita

Share this post