Lombok Timur_SR. Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Lotim melalui Bidang Pengembangan Pengolahan dan Konservasi Bahan Pustaka ( P2KBP) saat ini sedang melaksanakan kegiatan ‘Stock Opname’ selama 1 bulan, terhitung sejak tanggal 6 Juni 2022 sampai tanggal 18 Juli 2022 mendatang.
Tujuannya adalah untuk mengetahui berapa jumlah ketersedian Buku bacaan yang ada secara kolektif berdasarkan data Buku bacaan sebelumnya. Disamping juga untuk mengetahui tingkat kelayakan buku bacaan dari sisi perawatannya. Apakah buku tersebut masih bisa di pinjam untuk di baca atau membutuhkan perawatan terlebih dahulu.
Disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Arpusda) melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Pengolahan dan Konservasi Bahan Pustaka (P2KBP) Faharudin,S.sos menjawab media ini di ruangan Sekdis Perpustakaan Dan Kearsipaan Jum’at, ( 10/06/22).
Stock Opname akan menyita cukup banyak waktu dan tenaga petugas karena akan dilakukan pendataan ulang buku bacaan berdasarkan jumlah judul buku, jumlah eksemplar dan klasifikasi buku secara keseluruhan.
“Stock Opname ini tidak mudah, butuh ketelitian, kita ceknya per eksemplar jadi itu yang membuatnya lama”, tuturnya.
Pihaknya melakukan pengeceken fisik buku bacaan secara keseluruhan per lembar satu per satu dengan maksud kedepan akan bisa diketahui secara valid mengenai data berapa jumlah buku yang layak baca serta berapa jumlah buku yang membutuhkan perawatan.
“Kita melakukan pengeceken terhadap fisik buku bacaan secara pasti berdasarkan data. Nanti dari sana akan kelihatan berapa jumlah stok buku kita yang layak baca dan yang butuh perawatan”, ungkapnya.
Untuk sementara, bagi para pembaca diarahkan untuk menggunakan fasilitas aplikasi online. Artinya, selama pelaksanaan kegiatan tersebut, aktifitas peminjaman buku di tutup untuk sementara.Sementara yang berkaitan dengan internet tetap berjalan seperti biasa.
“Ada 2 model pelayanan yang kita stop sementara yaitu peminjaman dan pembacaan buku”, imbuhnya.
Masih kata Faharudin, stok buku di Perpustakaan Dan Kearsipan saat ini berjumlah 19. 851 judul buku. Dengan jumlah eksemplar 31.562 eksemplar.
Terdiri dari buku pendidikan dari kelas dasar, kelas menengah, perguruan tinggi, buku literasi umum dan agama.
Diakuinya, selama ini ada beberapa stok buku yang memang perlu perawatan yang lebih serius dan ketelitian. Seperti buku – buku bacaan yang sudah lanjut usia. Mengingat kegiatan ‘Stock Opname’ baru pertama kali di terapkan di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kab. Lombok Timur.
“Kegiatan ini baru pertama kali dilakukan di Perpustakaan dan Kearsipan, sebelumnya belum pernah”, katanya.
Hal itu memungkinkan ditemukannya buku – buku yang sudah terkoyak atau tersobek. Ditambah lagi ada beberapa buku yang hilang karena di pinjam pembaca dan tidak dibalikkan lagi.
“Itulah tujuan lain dari kegiatan ini, untuk mengetahui juga berapa jumlah buku yang rusak atau hilang”, tambahnya.
Untuk buku yang tersobek atau rusak, pihaknya melalui bidang konservasi dan pemeliharaan pustaka juga melakukan perawatan buku yang dilihat dari sisi kerusakan. Jika kerusakan ringan, akan disampul kembali, sementara untuk katalog atau kode dan penomeran yang hilang dilakukan perbaikan.
Terakhir, dia berharap kepada masyarakat agar mau memanfaatkan fasilitas layanan gratis yang ada di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan. Pihaknya juga membuka ruang jika ada masukan dan saran untuk kemajuan literasi dan minat baca di Kabupaten Lombok Timur.
“Mari kembali budayakan membaca buku, dimanapun luangkan waktu sejenak untuk membaca buku, karena dengan membaca banyak sekali manfaat yang kita dapat”,tutupnya.
Biasanya ‘Stock Opname’ di lakukan perusahaan – perusahaan yang bergerak dibidang distribusi atau pengadaan barang. Untuk melakukan kegiatan penghitungan fisik atas ketersediaan barang yang ada di gudang untuk dijual. Dimana, petugasnya benar – benar membutuhkan waktu yang lama karena jika salah dalam menghitung di awal, maka dapat dipastikan data jumlah barang dan barang yang masuk tidak akan bisa sinkron atau sama. (Yat)