Lombok Timur_SR Event Rinjani 100 Ultra kali ini bisa dikatakan indonesia punya. Bagaimana tidak, dari ratusan peserta yang ikut mewakili 29 negara, juaranya sebagian besar di dominasi oleh peserta dari Indonesia. Bahkan untuk jarak terjauh yakni kategori 162 km disabet pria muda bertubuh sedang Patahullah asal Sulawesi Selatan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. H.M. Juaini Taofik turut hadir memberikan apresiasi kepada semua peserta yang berhasil menjadi juara. Sembari memberikan hadiah kepada beberapa juara, dia juga berkesempatan menyaksikan atraksi Dramband peserta Latsitardanus – 42.
“Ternyata orang – orang kita hebat, buktinya Bule aja bisa dikalahkan”, katanya Minggu, (5/6/22) lalu.
Dari catatan Panitia penyelenggara, diakhir event di umumkan secara keseluruhan, finisher male pertama berhasil dimenangkan oleh I Made Budiana asal Bali yang tiba di finish line sekitar pukul 06.32 Wita dengan waktu tempuh 7 jam lewat 2 menit dari kategori 36km. Sementara untuk finisher female pertama masih dari kategori 36km di raih oleh Sianti Candra dengan waktu tempuh 8 jam 12 menit.
Di susul finisher pertama untuk kategori 27km yang di raih oleh Moh Wisnu Hufaizi peserta asal Mataram, NTB. Dngan waktu tempuh 4 jam 28 menit. Sementara untuk kategori 75km di raih oleh Brett Bycroft asal Australia dengan waktu tempuh 13 jam lewat 51 menit. Selanjutnya untuk kategori 119km di raih oleh Fauzi Imdadur asal Surabaya – Indonesia dengan waktu tempuh 36 jam 10 menit dan untuk kategori tersulit yakni kategori 162 km di raih oleh Pattahullah asal – Makassar, Indonesia.
Turut hadir meramaikan pemberian hadiah kepada para juara selain Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur adalah Kepala TNGR NTB, Dedy Asriady, Kadis Dispora Lotim beserta semua Kepala Bidang (Kabid), Kadis Perdagangan Lotim, PLT Kadis Pariwisata Lotim, Asisten I Setda Lotim, beserta semua masyarakat lokal dan tamu mancanegara.
Sebagai salah satu event lari ultra yang sudah di gelar sebanyak 7 kali dan terbilang terekstrem di Indonesia, Rinjani 100 sejak tahun 2013 hingga kini banyak di lirik oleh pelari ultra baik di Indonesia maupun manca negara.
Event yang diadakan di Kecamatan Sambalia dan Sembalun itu diikuti sekitat 756 peserta yang berasal dari 29 negara di dunia dengan 5 kategori yakni 162km, 119km, 75km, 36km dan 27km. Dari kelima kategori tersebut, 162km termasuk kategori tersulit dan 36km termasuk dalam kategori terfavorit yang banyak diminati oleh para runners.
Berbagai macam atraksi seni dihadirkan untuk menyambut para runners, seperti Pentas Band Lokal, tari tarian dan musik tradisional gendang beleq, gamelan, hingga parade drumband peserta Latsitardanus ke-42. Selain itu bazar UMKM dari Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM dan Dinas PMD Kab. Lombok Timur serta bazar lokal milik masyarakat Lombok turut meramaikan acara kelas dunia ini. (Yat)