Lombok Timur SR – Setelah dua tahun absen karena pandemi covid-19, Festival Alunan Budaya Desa akan kembali digelar tahun ini. Karnaval Tenun dipilih menjadi tema. Mempersiapkan kegiatan tersebut para pemuda Pringgasela yang merupakan panitia menemui Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur Iswan Rakhmadi di kantornya Kamis (7/7) untuk meminta saran dan masukan serta mematangkan konsep.
Iswan mengapresiasi Alunan Budaya Desa yang diselenggarakan secara rutin tersebut. Menurutnya konsistensi menjadi kunci keberhasilan menarik minat dan kunjungan wisatawan. Tema yang diangkat juga sangat relevan dengan keberadaan Pringgasela sebagai salah satu sentra tenun di Lombok Timur, “Event itu menarik karena menjadi ajang mengembangkan potensi pengelolaan kain tenun tradisional yang kita miliki,” ungkapnya.
” Saya berhara event tersebut dapat mendorong desa-desa lain mengeksplorasi potensi wilayah maisng-masing sehingga Lombok Timur semakin kaya dengan atraksi wisata yang menarik wisatwan untuk berkunjung dan tinggal lebih lama,”pungkasnya.
Alunan Budaya Desa VI akan diisi jalan sehat, shalawat akbar, bazar dan museum kain tenun purba, serta karnaval tenun. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung 24-31 Juli di Tugu Mopra desa Pringgasela, kecamatan Pringgasela itu juga dirancang menjadi salah satu agenda meramaikan peringatan ulang tahun ke-127 Kabupaten Lombok Timur. (pkp)