Lombok Tengah, suararinjani.com – Dalam rangka bertujuan gune peningkatan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, (Pemkab Loteng) melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Malang, Provinsi Jawa Timur.
Kota Malang sengaja dipilih Pemkab Loteng sebagai tujuan Kunker selain Malang yang tidak lain adalah salah satu daerah terbesar kedua setelah Surabaya yang berada di Provinsi Jawa Timur sekaligus juga merupakan kota ke – 12 terbesar se-Indonesia
Adapun rombongan kerja yang berangkat ke kota yang didirikan pada masa Kerajaan Belanda, pada 01 April 1914, dengan Walikota I dijabat oleh E.K. Broeveld ini dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Loteng, Dr. Nursiah serta didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), HL.Firman Wijaya. Kedatangan rombongan pun diterima langsung Pj Wali Kota Malang di ruang sidang Balai Kota Malang, pada Rabu, (24/01)
Wabup dalam sambutannya mengungkapkan, kalau pihaknya berharap segala yang bermanfaat dari kota Malang akan bisa di tiru sekaligus diterapkan di Loteng.
“Niat utama Pemkab Loteng mendatangi kota Malang adalah tidak lain untuk belajar dan berkonsultasi tentang Penanganan, Peningkatan, dan Percepatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah SAKIP”, ungkapnya.
Sementara Pj Wali Kota Malang, Dr. Wahyu Hidayat, pun tidak lupa menyampaikan, terima kasih atas kepercayaan Pemkab Loteng karena telah memilih serta mempercayakan Kota Malang sebagai tempat tujuan untuk study banding. Terlebih Loteng sendiri telah banyak dikenal bukan hanya di Indonesia akan tetapi dikenal juga ingga ke luar negeri disebabkan adanya Sirkuit Internasional Moto GP yang sekaligus keberadaan sirkuit masuk daerah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
“Kita ketahui KEK Mandalika yang ada di Loteng adalah sebagai urat nadi ekonomi dan kawasan sudah terkenal dikancah nasional maupun internasional. Tentu saja penting bagi Kota Malang untuk bisa belajar ke Loteng,” tuturnya. (ang)