Isu Caleg Import, Lale Syifa’ : Rakyat Butuh Perhatian Wakilnya di Parlemen

Isu Caleg Import, Lale Syifa’ : Rakyat Butuh Perhatian Wakilnya di Parlemen

Mataram SR – Kembali digulirkannya isu caleg import di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang beberapa hari belakang ini mendapat tanggapan dari Ketua Pimpus Muslimat NW yang juga Wakil Ketua DPD Partai GERINDRA NTB, Apt. Hj. Lale Syifaun Nufus.

Lale Syifa, panggilan akrabnya, ditemui di acara rutinitas kunjungannya ke para jamaah dan Muslimat NW, memberikan tanggapan mengenai  isu Caleg impor itu adalah lagu lama yang tidak memiliki segmen dalam konteks kekinian. Atau anggap saja itu hanya ekspresi kecumburuan dari segilintir orang yang tidak memiliki kemampuan untuk masuk kebilik hati pemilih atau tepatnya mereka yang melepaskan isu caleg import itu tengah bertepuk sebelah tangan.

“Jadi jangan dianggap sesuatu yang serius,” ungkap Cucu Pendiri NW ini.Ucap

Ldbih lanjut Lale Syifa mengemukakan, lagi pula dalam konteks Negara hukum Pancasila yang salah satunya memiliki ciri pokok memberikan penghormatan pada hak asasi manusia termasuk dalam pelaksanaan demokrasi dalam konteks pemilihan caleg dimana setiap warga negara berhak mencalonkan diri sebagai anggota legislative (DPR) selama memenuhi ketentuan hukum ( Pasal 172 jo Pasal 173 ayat (1) dan (2) UU No 7/2017 Jo Putusan MK No. 53/PUU-XV/2017 Jo Pasal 7 ayat (1) PKPU No 20/2018).

“Dalam ketentuan-ketentuan yang dimaksud/Putusan MK, terang dan jelas tidak terdapat adanya kewajiban harus berasal, dan bertempat tinggal di daerah pemilihan,” urainya.

Artinya, katanya bahwa narasi-narasi isu caleg import yang dilepas di ruang-ruang public tidak memiliki dasar hukum. Klaim-klaim terhadap isu caleg import hanya bentuk kesesatan berpikir yang cenderung menyerang personal (logical fallacy ad hominem) dan juga suatu bentuk kemunduran berdemokrasi.

“Mari kita turunkan tune subjektifitas kita dalam menilai seseorang, siapapun dia yang dinegasikan sebagai caleg import yang penting dapat memberikan kontribusi bagi kemashalatan rakyat,” tegasnya.

Lebaih jauh Lale Syifa menerangkan, dalam konteks ini objektifitas kita mesti dikedepankan dengan parameter-parameter kinerja. Contoh yang paling dekat dan konkrit yang sama-sama telah kita ketahui yaitu Bapak HBK yang terus tanpa spasi, mendedikasikan diri melalui Partai Gerindra, HBK Peduli, Lombok FC dan yang lainnya bagi kemashlatan masyarakat pulau Lombok. Bahkan telah merambah ke Pulau Sumbawa yang nota bene bukan Dapil pemilihan beliau. Itulah suatu bukti yang tak terbantahkan bentuk kecintaan seorang HBK terhadap masyarakat NTB.

“HBK tidak pernah risau dan ambil pusing terhadap isu-isu yang tendesius terhadap eksistensi penghidmatannya bagi masyarakat NTB,” tandas Dekan FIK UN Mtaram ini.

Ia juga mengucapkan terima kasih buat kawan-kawan senior yang telah meluangkan waktunya menggulirkan isu caleg import karena dengan isu ini telah membuka sekaligus menambah wawasan masyarakat NTB dalam menilai para wakilnya.

“Siapa yang berbuat dan siapa yang diam serta siapa yang datang hanya pada saat momentum pemilihan. Bukan melihat lokal dan import. Saat ini masyarakat tidak butuh isu local-import yang dibutuh aksi nyata dari para wakil-wakilnya,”pungkasnya (vin)

Bagikan Berita

Share this post