Mataram suararinjani.com – Program Studi Doktor (S3) Pendidikan IPA Universitas Mataram (Unram) menyelenggarakan ujian terbuka disertasi atas nama Kurniawan Arizona pada Kamis, 29 Januari 2026. Disertasi yang diuji berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif, Proyek, Inkuiri (KOPI) Lokal Islami untuk Meningkatkan Keterampilan Abad ke-21 dan Karakter Peserta Didik.”
Ujian terbuka tersebut berlangsung di Auditorium Dr. Yunita Sabrina, Gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unram, dengan dihadiri dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Joni Rokhmat, M.Si.; Prof. Dr. Agus Ramdani, M.Sc.; Dr. Gunawan, M.Pd.; Prof. Dr. Ida Kaniawati, M.Si.; Prof. Dr. Bahtiar, M.Pd.Si.; dan Prof. Dr. Ahmad Harjono, M.Pd.
Ujian dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. A. Farid Hemon, M.Sc. selaku Ketua Penguji, serta Dr. Ir. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd. sebagai penguji tamu.
Dalam pemaparannya, Kurniawan Arizona menjelaskan urgensi penelitiannya yang berfokus pada pengembangan model pembelajaran KOPI Lokal Islami (KOPILI) guna meningkatkan keterampilan abad ke-21 dan karakter peserta didik secara holistik. Model KOPILI mengintegrasikan pembelajaran kooperatif, proyek, dan inkuiri dengan nilai kearifan lokal serta nilai-nilai keislaman.
“KOPILI dikembangkan melalui enam sintaks pembelajaran, yakni Kalam, Organisasi, Proses, Interpretasi, Lontar, dan Ihtisab,” jelasnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model KOPILI dinyatakan valid, praktis, dan efektif, yang ditandai dengan peningkatan signifikan pada keterampilan abad ke-21, karakter peserta didik, serta respons positif dari para pengguna.
Inovasi model pembelajaran ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna, baik bagi siswa maupun mahasiswa, dalam memahami materi sekaligus mengembangkan keterampilan abad ke-21 yang relevan dengan tantangan zaman.
Pada kesempatan tersebut, Kurniawan Arizona yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Jurusan PPG UIN Mataram turut menyampaikan kesan dan pengalamannya selama menempuh pendidikan doktoral di Universitas Mataram.
“Menyelesaikan studi doktor bukanlah perkara mudah, terutama di tengah tanggung jawab pekerjaan yang juga padat. Namun, komitmen untuk terus meningkatkan kualitas diri menjadi motivasi utama saya untuk menyelesaikan studi ini,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan keluarga, khususnya istri dan anak, serta doa ibu menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyelesaian pendidikannya.
Dewan penguji berharap agar Dr. Kurniawan Arizona mampu mengimplementasikan ilmu dan hasil penelitiannya secara nyata demi kemajuan dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan model pembelajaran yang berorientasi pada karakter dan keterampilan abad ke-21.
“Kami juga berharap, ujian hari ini bisa menjadi contoh dan motivasi untuk semua hadirin agar bisa meraih pencapaian yang jauh lebih baik dari versi kita masing-masing,’ Dr Kurniawan. (sr)