Mataram, suararinjani.com – Rencana PT. Solusi Pariwisata Inovatif (SPI) untuk Operasi Seaplane di Danau Segara Anak mendapat banyak penolakan. Penolakan tersebut juga datang dari Pimpinan Wilayah Himmpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (PW HIMMAH NW) Provinsi NTB.
Melalui keterangannya, Ketua PW HIMMAH NW NTB Hasan Basri mengatakan, dampak lingkungan, ekologi, dan juga dampak bagi masyarakat setempat harus dipertimbangkan matang.
“Kalau akan merugikan masyarakat pelaku wisata diwilayah tersebut, rencana tersebut harus di tolak. Sebagai bagian dari masyarakat NTB terutama Lombok, yang paling utama adalah mempertimbangkan dampak lingkungan, ekologi, dan masyarakat setempat. Kalau hanya berpengaruh bagi masyarakat tertentu, buat apa,” kata Hasan melalui keterangaannya, pada Sabtu (21/06/2025).
Hasan juga mengatakan, keberadaan Danau Segara Anak tidak hanya sekedar tempat wisata. Akan tetapi, ia juga menyebut Danau Segara Anak sebagai kaldera yang bernilai sakral bagi masyarakat Lombok.
” Danau Segara Anak itu sngat sakral bagi masyarakat Lombok, terlebih bagi masyarakat yang ada di lereng rinjani. Bagaimana jadinya kalau dijadikan sebagai tempat landing pesawat yang hanya bisa ditumpangi orang – orang ekonomi kelas atas. Kesakralannya juga pasti akan hilang,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, bahwa untuk mengetahui dampak ekologis perlu ada kajian dan analisis, sebagaimana disebutkan Royal. Namun demimikian Hasan menyebut pertimbabgan besar adalah lingkungan masyarakat yang menjadikan gunung rinjadi dan segara anak sebagai kawasan budaya.
“Seperti katanya Royal, dampak ekologi dan lingkungan perlu kajian, tapi terlepas dari itu sekali lagi Gunung Rinjani dan Segara Anak punya sisi nilai yang harus dipertahankan secara tradisi, ada tradisi yang akan diganggu di kawasan itu, SPI baiknya cari tempat lain,” tandasnya.
Dikatakan Hasan, banyak pelaku wisata yang akan terganggu di kawasan tersebut. Sikap PW HIMMAH NW NTB sebagai bentuk perhatian untuk menjaga keberadaan Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak sebagai kawasan budaya.
“Jadi walaupun izin belum dikeluarkan, kami mendukung masyarakat setempat dan juga para pelaku wisata di kawasan TNGR untuk menolak operasi Seaplane di Danau Segara Anak, apapun alasanya. Bahkan kalau PT. SPI tetap ngotot, lebih baik kita ajukan kawasan Taman Rinjani sebagai kawasan cagar alam,” tutupnya. (san)