Kolaborasi Pelaku Wisata dan Dinas Pariwisata, Geliatkan Festival Gili Gede

Kolaborasi Pelaku Wisata dan Dinas Pariwisata, Geliatkan Festival Gili Gede

Lombok Barat SR – Kiat menangkap event dunia MotoGP di Pulau Lombok, Dinas Pariwisata Lombok Barat berkolaborasi dengan pelaku pariwisata Gili Gede, gelar Festival Gili Gede, Sabtu (12/3/2022). Event bertemakan Road to Mandalika from Sekotong ini, menyajikan lomba lomba balap perahu layar, lomba Ketinting GP serta dimeriahkan aneka gelaran musik dan tari.

Ketua Komisi II DPRD Lobar Abu Bakar Abdullah mengatakan, festival yang kita bangun ini merupakan salah satu kiat untuk memberikan euforia MotoGP bagi masyarakat yang tidak berkesempatan menyaksikan event internasional ini. Hal itu terlihat dengan cukup ramainya masyarakat yang datang menyaksikan lomba ini.

“Dalam perhelatan MotoGP ini ada juga masyarakat kita yang tidak memiliki kesempatan untuk menonton perhelatan itu, jadi kita buatkan sebuah event yang dikemas yang substansinya kurang lebih sama. Kita gunakan fasilitas alam yang diciptakan Tuhan (laut,red), kemudian dengan perahu-perahu nelayan tradisional mereka melakukan kompetisi layaknya balap di Mandalika dan kita sebut Boat GrandPrix Gili Gede,” terang Abu.

Layaknya pebalap yang bersaing di lintasan aspal, para nelayan terus memacu perahu mereka. Tidak seperti biasanya, kondisi ombak saat itu terbilang cukup besar. Angin yang bertiup sangat kencang menambah gelombang air semakin liar.

“Di tengah terjangan ombak dan angin yang kencang di laut Gili Gede, terlihat para nelayan bersusah payah memacu sambil mengendalikan perahu mereka hingga mencapai garis finish secepatnya,” papar dia.

Kepala Dinas Pariwisata Lobar H.M. Fajar Taufik mengatakan, selain sebagai euforia menyambut gelaran MotoGP yang tinggal menghitung hari, event ini juga dimaksudkan sebagai ajang memperkenalkan Gili Gede kepada dunia bahwa Gili Gede dan Sekotong secara umum sudah sangat siap dalam menyambut wisatawan.

“Lewat event ini, kita juga ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa Gili Gede yang ada di Sekotong ini juga ada akomodasi lengkap yang layak dan siap untuk disinggahi oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara,” jelasnya.

Lomba balap perahu layar dan lomba balap perahu ketinting, event ini kemudian dilanjutkan dengan penampilan Cilokak Sasak dari seniman penyandang disabilitas yang ada di Sekotong Barat. Kemudian ada pertunjukam Tari Rudat dan dilanjutkan dengan Tari Perempuan Ibu Bumi yang dimainkan oleh seniman Sekotong.

“Jika perlombaan dan atraksi seni musik dan tari dalam festival ini adalah untuk menghibur masyarakat yang ada di Sekotong. Selain itu untuk menghibur wisatawan yang datang berkunjung,” ujarnya.

Tidak hanya kesenian lokal, ada juga penampilan dari seniman luar daerah yang hadir memeiahkan kegiatan.

“Kemudian kita juga dapat kunjungan dari Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi yang membawa rombongan kesenian dan ikut tampil dalam event kita ini,” lanjut Taufik.

Sebagai sajian pamungkas, event ini menampilkan penyanyi lokal Erni Ayuningsih atau yang lebih dikenal dengan Erni Sambel Colet. Penampilan Erni sore itu mampu membius masyarakat Gili Gede dengan tembang-tembang andalan seperti Kelak Kelor, Berugak Elen dan Sambel Colet.

Event ini mendapat respon positif dari Bupati Lobar H. Fauzan Khalid yang hadir membuka Festival Gili Gede Road to Mandalika from Sekotong.

“Dengan kolaborasi dan sinergi antara seluruh unsur di Kabupaten Lombok Barat Insya Allah akan menambah keberhasilan pelaksanaan MotoGP tersebut,” ucap Fauzan.

“Saya atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat menyatakan Lombok Barat sangat siap untuk menyambut pelaksanaan MotoGP itu,” serunya.

Ia juga optimis dengan sumber daya alam yang dimiliki Sekotong dan didukung oleh adanya event-event hasil kolaborasi pemerintah dengan masyarakat seperti ini, Sekotong mampu menjadi salah satu sumber kemajuan pariwisata yang ada di Lombok Barat. (W@N)

Bagikan Berita

Share this post