Perkuat Kapasitas SDM, Dispar Lobar Gelar Pelatihan Pemandu Wisata

Perkuat Kapasitas SDM, Dispar Lobar Gelar Pelatihan Pemandu Wisata

Lombok Barat suararinjani.com  – Dinas Pariwisata Kabupaten Lombo(Lobar) kembali mengadakan Pelatihan Pemandu Wisata Gunung, untuk memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata dalam hal kepemanduan saat melakukan aktivitas naik gunung. Pelatihan difokuskan kepada sejumlah desa yang punya potensi menjadi gerbang atau pintu masuk pendakian menuju Gunung Layur, yang kini sedang getol dicanangkan menjadi destinasi wisata baru di Lobar

“Harapannya ekspedisi ini aman, sukses dan lancar jaya. Sehingga besok ke depan kita bisa membuka salah satu jalur untuk treking ke Gunung Layur atau Gunung Rinjani, melalui Lebah Sempage dan desa lainnya,” kata Kadispar Lobar Agus Gunawan saat diwawancara Kamis (29/08).

“Kami ingin merealisasikan mimpi-mimpi kita untuk memberdayakan masyarakat dalam sektor pariwisata, jadi tidak berdampak pada hanya pada Pokdarwis, tapi berdampak multiplier tadi. Yang membuat masakan, penyewaan tenda, porter, ojek dan lain sebagainya bisa diberdayakan dan itu juga kita niatkan untuk menghidupi keluarga kita,” jelasnya.

Selain peserta dari Pokdarwis lanjut dia, Desa-desa yang berpotensi menjadi pintu jalur pendakian ke Gunung Layur Seperti Desa Lebah Sempage, Desa Pakuan dan Desa Sesaot, total dari 40 peserta ini juga termasuk dari perwakilan sejumlah komunitas dan instansi seperti Geopark Rinjani Lombok, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Rinjani Barat, KPH Tahura Nuraksa, KPH Pelangan Tastura dan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI).

“Keterlibatan mereka dalam kegiatan ini direncanakan untuk membantu kita memberikan rekomendasi pembukaan jalur ke Gunung Layur secara resmi,” terang Agus.

Selain itu juga keterlibatan komunitas dan instansi yang berkaitan dengan kawasan jalur menuju Gunung Layur ini juga diharapkan mampu memberikan data seperti pengukuran titik koordinat dan data lainnya yang lebih akurat.

“Pelatihan ini sendiri berlangsung selama tiga hari. Satu hari sebagai ajang pembekalan materi dan diskusi dan dua hari untuk praktik langsung mendaki ke Gunung Layur,” tutupnya.

Sementara itu, Generan Manager (GM) Badan Pengelola Geopark Global UNESCO Rinjani Lombok M. Farid Zain y mengatakan, jalur ini bisa menjadi salah satu potensi yang sangat luar biasa yang dimiliki Lobar untuk bisa mengembangkan jalur pendakian ke salah satu sisi Gunung Rinjani ini sebagai destinasi pariwisata unggulan.

Dengan berbagai macam keanekaragaman hayati yang ditemui selama jalur pendakian hingga puncak, Farid sangat berkeyakinan Gunung Layur ini bisa menjadi destinasi unggulan yang memberikan manfaat bagi masyarakat yang berada di sekitar pintu pendakian.

“Jadi saya mengajak dan mengundang stakeholder terkait, terutama dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kemudian dari TNGR, KPH Rinjani Barat dan juga Pelangan Tastura untuk bisa ikut terlibat mensukseskan menjadikan jalur ini sebagai jalur pendakian resmi karena dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat yang ada di kaki Gunung Rinjani khususnya yang ada di jalur pendakian Puncak Layur ini,” pungkasnya. (W@N)

Bagikan Berita

Share this post