Sigap Bencana Kekeringan dan DBD, Pj Bupati Lobar Minta Semua Pihak Bersinergi

Sigap Bencana Kekeringan dan DBD,  Pj Bupati Lobar Minta Semua Pihak Bersinergi

Lombok Barat suararinjani.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar Rapat Koordinasi terkait tanggap darurat siaga bencana kekeringan dan DBD. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Rapat Jayengrane tersebut, dihadiri Pj.Bupati Lobar H.Ilham, Pj.Sekda H. Fauzan Husniadi ,Para asisten, Staff Ahli, Kepala OPD, Camat, Perwakilan PDAM, Perwakilan BPBD provinsi,Mitra kerja dan Stakeholder terkait.
Pj.Bupati Lombok Barat H.ilham meminta jajarannya segera memetakan secara detail wilayah-wilayah yang terdampak oleh bencana kekeringan. Hal ini sebagai panduan dalam memberikan bantuan pendistribusian air bersih ke lokasi terdampak. Ia meminta kepada semua pihak untuk bersinergi dan kerbolaborasi agar fungsi koordinasi berjalan dengan baik dan lancar.
“Disini saya tekankan agar semua pihak baik dari pihak Desa, Kecamatan, Kabupaten, dan Provinsi saling bersinergi untuk penanganan bencana kekeringan di Kabupaten Lombok Barat yang setiap tahun terjadi. Kita harus sigap dan tentunya berbasis data yang tepat,” tegasnya.
Sedangkan, perihal soal DBD, H.ilham meminta agar pencegahan dan penanggulangan DBD dilaksanakan serentak di seluruh Kecamatan dan desa. Hal ini diperlukan agar gerakan PSN ini dapat lebih masif dan terarah.
“Mari kita tetap sigap dan menguatkan kolaborasi dan sinergi dalam melaksanakan gerakan PSN di Lombok Barat. Saya berharap dukungan semua pihak bukan hanya pemerintah kabupaten saja melainkan semua masyarakat agar terus berkoordinasi dan bersinergi dalam memberantas bencana Alam seperti Kekeringan dan Non alam seperti DBD agar bisa diatasi dengan maksimal,” tegasnya kemudian.
Sementara itu Pj.Sekda Lombok Barat H.Fauzan Husniadi menjelaskan, saat ini Kabupaten Lombok Barat telah masuk pada musim kekeringan dengan laporan dampak yang masuk tersebar di 5 Kecamatan. Antara Lain Kecamatan Sekotong sebanyak 5 desa, Kecamatan Lembar sebanyak 3 desa, Kecamatan Gerung 2 desa, Kecamatan Kuripan 3 desa dan Kecamatan Batu layar 3 desa. Sementara itu jumlah masyarakat yang terdampak sebanyak 5.518 KK atau 17.463 jiwa.
Pada periode puncak musim kemarau tahun ini lanjutnya, masyarakat Lombok Barat dihimbau agar dapat menggunakan air secara bijak, efektif dan efisien. Masyarakat juga perlu mewaspadai akan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan dan kekeringan yang umumnya terjadi di periode musim kemarau.
“Mari kita sigap untuk mengantisipasi dampak dari musim kemarau ini. Kita harus tetap waspada terhadap dampak kekeringan seperti kebakaran hutan dan dampak lainnya,” pintanya.
Pada gelar kegiatan ini, juga dilakukan koordinasi mengenai antisipasi dan langkah sigap dalam Kasus DBD. Menurut Kadikes Arief Suryawirawan, bahwa kasus DBD pada bulan Mei mengalami peningkatan, sehingga pihaknya gencar melaksanakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). (W@N)

Bagikan Berita

Share this post