Lombok Barat suararinjani.com – Untuk menunjang peningkatan kemajuan pembangunan daerah Lombok Barat (Lobar), PUPR bertekad tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur prioritas. Khususnya infrastruktur pendukung transformasi ekonomi dan melaksanakan pembangunan infrastruktur untuk menumbuhkan sentra sentra ekonomi baru. Demikian disampaikan Kepala Dinas PUPR Lombok Barat Ir. I Made Arthadana.
Kita ingin membangun Lombok Barat terintegrasi semua dalam sistem bergerak. Sesuai dengan tema pada hari Bakti PU yang ke-77 tahun ini, Dinas PUTR Lombok Barat mengusung tema “Bangun Infrastruktur dari Desa Menuju Kota”. “Setiap unsur dan kalangan di PUPR ini selalu kerja keras dan berkolaborasi,” ujarnya.
Pembangunan akses jalan desa kata Made, bertujuan mempermudah akses jalan warga, memperlancar aktivitas warga dan antar desa. Sehingga, berdampak pada intensitas aktivitas warga menjadi lancar. Selain itu, akses jalan menjadi faktor penting dalam distribusi hasil pertanian dan menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.
“Kami motivasinya selalu terus meningkatkan akses infrastruktur jalan, dari pusat-pusat pertumbuhan di desa menuju Kota. Sesuai visi misi yang sudah ada yakni, meningkatkan dan mengoptimalkan pusat-pusat produksi lokal untuk meningkatkan ekonomi,” papar dia.
Untuk tahun ini sebutnya, panjang ruas jalan yang rusak dan masuk dalam daftar yang akan dibenahi memiliki panjang mencapai 571 KM lebih. “Yang sudah mantap sekarang ini sudah 74,33 persen, atau 424, 87 KM,” ungkapnya.
Dimana angka itu aku dia, masih kurang sekitar dua persen dari target yang mesti dicapai dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yakni 76 persen lebih.
“Saya kira kalau ndak suasana Covid-19 begini saya kira kita sudah bisa, hampir mendekati target secara nasional jalan provinsi, 80 persen sekian,” imbuh dia.
Sehingga pihaknya berharap, di tahun 2023 mendatang target itu dapat terlampui, sesuai juga dengan sokongan anggaran yang dibutuhkan. “Prinsipnya kerja keras, baru bisa melampaui target,” imbuhnya.
Ditanya perbaikan jalan mana saja yang akan masuk dalam prioritas tahun 2023, Made mengaku pihaknya masih harus melakukan perencanaan terlebih dahulu. Sehingga manakala sudah ada perencanaan, praktis nantinya akan dilakukan usulan pengajuan permintaan ke pusat, agar bisa memperoleh anggaran.
“Yang terpenting, membuat kerangka perencanaan lebih dulu. Mau diapakan jalan itu, baru nanti kita usulkan. Karena melalui perencanaan kita bisa mencari sumber-sumber pembiayaan, kalau ndak di APBD, ya kita ke APBN,” tandasnya. (W@N)