352 Mahasiswa IAIH NW Lotim Dikukuhkan Jadi Sarjana

352 Mahasiswa IAIH NW Lotim Dikukuhkan Jadi Sarjana

Lombok Timur SR – Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) NW Lombok Timur mengukukuhkan 352 mahasiswanya menjadi sarjana. Pengukuhan itu dilaksanakan melalui Yudisium Sarjana Strata Satu (S1)di Auditorium Ummuna Hj. Sitti Raihanun ZAM., kampus setempat, pada Rabu (23/11).
Adapun perincian mahasiswa yang diyudisium terdiri dari 241 orang dari Fakultas Tarbiyah yang berasal dari Program Studi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) sebabyak 47 orang, dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 113 orang dan 57 orang dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Sedangkan dari Fakultas Syariah sebanyak 65 orang Prodi Muamalah dan Ahwalul Syakhsiyah dan sebanyak 46 dari Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah.

Dalam sambutannya, Rektor IAIH NW Lombok Timur, KH. L. Gede Muhammad Zainuddin Atsani mengatakan IAIH NW Lotim melaksanakan yudisium yang ke 25 ini adalah bentuk eksistensi IAIH NW dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi.

“Terimakasih kepada semua civitas akademika, para dosen dan karyawan atas keikhlasan dan pengabdiannya, semoga ini menjadi amal ibadah kita,” ucapnya mengawali sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor yang juga Sekretaris Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani, mengingatkan kepada para mahasiswa yang diyudisium untuk terus belajar dan meng update diri. Silahkan lanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dan harus di barengi dengan keseriusan dalam belajar.

“Saya percaya kalian adalah alumni, abituren yang hebat dan tidak kalah bersaing dengan lulusan dari perguruan tinggi yang lain,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan sarjana baru ini dimanapun berada untuk terus menunjukan diri sebagai abituren Nahdlatul Wathan yang baik.

” Sekali lagi saya katakan silahkan lanjut ke jenjang S2, S3 bahkan sampai profesor dan kembalilah ke kampus ini untuk berjuang. Ingatlah darimana kalian berasal,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ketua Umum PBNW mengingatkan kepada peserta yudisium agar selalu menjaga nama baik almamaternya. Tunjukan kepada semua orang kalian adalah sarjana yang berilmu dan berakhlak.

” Ingatlah bahwa IAIH ini didirikan oleh Guru besar kita Almagfurulah Bapak Maulana Syaikh. Mencoreng almamater berarti kalian mencoreng nama baik guru besar kita, oleh karena itu mari kita jaga bersama-sama,” pungkasnya.

Acara yudisium tersebut dihadiri, Ketua Yayasan Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Ummuna Hj St Raihanun ZAM, para Wakil Rektor, Dekan, Kaprodi dan dosen. (Vin)

Bagikan Berita

Share this post