Cipayung Plus Lotim Kembali Turun Aksi Tuntut Sekwan Dicopot

Cipayung Plus Lotim Kembali Turun Aksi Tuntut Sekwan Dicopot

Lombok Timur suararinani.com – Imbas dari pembagian nasi bungkus saat demo di DPRD berbuntut panjang dan ucapan yang dilontarkan Sekretaris Dewan (Sekwan) H. Ahyan soal pembagian nasi bungkus kepada para massa aksi pada aksi demontrasi pertama di salah satu Media online dianggap melecehkan gerakan mahasiswa.

Ratusan mahasiswa dari Cipayung Plus kembali turun ke jalan. Mereka menggelar aksi di depan Kantor Bupati Lombok Timur, pada Rabu (03/09). Massa menilai pernyataan Sekwan tidak bisa ditoleransi. Menurut mereka, ucapan itu mencederai perjuangan mahasiswa.

“Kami ingin segera copot Sekwan Lotim karena kami merasa dihina dengan statement ini. Pernyataan itu bisa merendahkan dan mencoreng image kami,” teriak salah satu orator Ainun Hamidah.

Mahasiswa juga menyinggung cara pemerintah menunjukkan kepedulian, mereka menilai banyak pihak lain yang lebih layak mendapat perhatian.

“Kalau mau menunjukkan eksistensi, masih banyak pondok pesantren dan panti asuhan yang butuh bantuan pemerintah. Makanya kami meminta Sekwan harus dicopot segera. Kalau tidak, kami akan terus melakukan aksi,” ujar massa aksi.

Suasana sempat memanas saat mahasiswa mendesak Bupati Lombok Timur hadir menemui mereka. Massa bertahan di halaman kantor bupati dengan kawalan aparat kepolisian.

Tak berselang lama, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin akhirnya keluar menemui mahasiswa. Ia menegaskan kritik mahasiswa menjadi masukan berharga bagi pemerintah.

“Kami mengapresiasi karena mahasiswa memberikan kritik. Kegiatan ini sangat positif”, kata Haerul Warisin.

Ia menegaskan bahwa segala bentuk aspirasi mahasiswa akan  langsung ditangani olehnya. Namun, seperti halnya proses mutasi jabatan, pihaknya harus tetap mengikuti regulasi yang berlaku.

“Tuntutan adik-adik akan selesai ditangan saya, tapi berikan saya waktu. Semua kita ingin menjadikan Lotim ini maju dan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa langsung di tangan saya. Tapi beri kami waktu karena mutasi ada regulasinya yang harus dilakukan,” tegasnya.

Bupati Lombok Timur juga berterima kasih kepada masa aksi karena menurutnya ini merupakan kegiatan yang positif guna memberikan masukan-masukan ke pemerintah untuk kemajuan daerah.

Sebelumnya, H.Ahyan mengeluarkan statemen terkait pembagian nasi bungkus di salah satu media online yang rilis pada 1 September 2025 usai mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Lombok Timur menggelar aksi di depan Kantor Bupati dan Kantor DPRD Lombok Timur. Dalam pernyataannya, H.Ahyan menyebut pembagian nasi bungkus sebagai bentuk dukungan DPRD kepada massa aksi yang seharian melakukan orasi, dari pagi hingga siang di tengah terik matahari.

Selain itu, ia mengatakan ini merupakan bentuk solidaritas DPRD dalam mendukung demokrasi yaitu kebebasan berpendapat. Ini juga bentuk keterbukaan DPRD Lotim, terhadap semua kalangan masyarakat yang datang menyampaikan aspirasi.

“Biar teman-teman ada tenaga dan semakin semangat untuk berorasi. Kita wellcome menyambut kedatangan mahasiswa,” ujar Ahyan. (ZM)

Bagikan Berita

Share this post