Lombok Timur suararinjani.com – Jembatan penghubung yang melintasi alur Sungai Kokok Kukusan di perbatasan Desa Mamben Baru, Desa Bandok dan Desa Tembeng Putik, Kecamatan Wanasaba Lombok Timur berada dalam kondisi memprihatinkan pasca hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Struktur jembatan dilaporkan mengalami pengikisan serius dan terancam ambruk sewaktu-waktu.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bagian bawah di ujung jembatan mengalami abrasi cukup parah akibat derasnya arus air hujan yang mengalir dari Dusun Lengkok. Tanah penyangga jembatan terkikis. Sementara bahu sebelah kiri jembatan tampak kehilangan kestabilan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses tersebut untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial.
Demi mencegah risiko yang lebih besar dan terjadinya korban jiwa, Kepala Desa Mamben Baru, Lukman, telah melaporkan kondisi tersebut ke pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur.
“Kami sudah bersurat ke BPBD yang ditandatangani oleh tiga kepala desa yakni Kades Mamben Baru, Bandok dan Tembeng Putik,” katanya kepada media ini pada Rabu (07/01/2026).
Menurut salah seorang warga Desa Mamben Baru, bahwa kondisi jembatan tersebut terjadi sejak dua minggu yang lalu, kondisi jembatan tidak hanya diakibatkan oleh curah hujan akan tetapi juga diperparah oleh aktivitas dam truk pengangkut pasir, yang melintas setiap hari, bahkan menurutnya, salah satu dum truck nyaris jatuh ke sungai yang kedalamannya mencapai lima belasan meter akibat terlalu pinggir mengambil haluan menanjak ke arah Desa Tembeng Putik.
“Saya melihat sendiri, karena saya berada di belakang truk yang mengangkut pasir, hampir saja truk itu jatuh ke sungai,”tutur warga yang enggan menyebutkan namanya.
Ia berharap pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengatensi kondisi jembatan tersebut, tidak ada pilihan lain bagi pemerintah bahwa jembatan ini harus segara diperbaiki karena menurutnya, jembatan ini adalah urat nadi masyarakat.
“Jika putus, seluruh aktivitas warga bisa lumpuh,” tegasnya.
Masyarakat desa lainnya juga berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Timur segera turun tangan melakukan penanganan serius dan perbaikan secara permanen. Mereka menilai kondisi jembatan sudah berada pada tahap rawan dan membutuhkan perhatian segera dari instansi terkait.
“Harapan kami sederhana, Pemda Lombok Timur segera memperbaiki jembatan ini, jangan menunggu sampai ada korban, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” ungkap warga lainnya.
Bagi warga, jembatan bukan sekadar bangunan yang menjadi akses semata, melainkan penghubung utama kehidupan desa. Ketika jembatan terancam runtuh, yang terganggu bukan hanya infrastruktur, tetapi juga denyut ekonomi, akses pendidikan, serta mobilitas sosial masyarakat di sekitarnya. (Adi)